Biografi Isaac Newton, Ilmuwan Jenius Penemu Hukum Gravitasi

  • 18 Mei 2026 08:10 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Nama Isaac Newton menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah ilmu pengetahuan. Melalui pemikiran dan penemuannya, Newton berhasil mengubah cara manusia memahami gerak benda, gravitasi, hingga hukum-hukum alam yang masih digunakan dalam sains modern hingga saat ini.

Menurut britannica.com , Isaac Newton lahir pada 4 Januari 1643 di Woolsthorpe, Inggris. Ia lahir dalam kondisi lemah dan sempat diperkirakan tidak akan bertahan hidup. Namun siapa sangka, anak kecil yang pendiam itu kelak menjadi salah satu ilmuwan terbesar dunia.

Sejak muda, Newton dikenal sangat tertarik pada matematika dan fenomena alam. Ia menempuh pendidikan di Universitas Cambridge dan mulai menunjukkan kecerdasannya dalam bidang fisika serta matematika. Ketika wabah pes melanda Inggris pada tahun 1665, Newton kembali ke kampung halamannya dan justru menggunakan masa tersebut untuk melakukan berbagai penelitian penting.

Salah satu kisah paling terkenal tentang Newton adalah peristiwa jatuhnya apel dari pohon. Dari kejadian sederhana itu, Newton mulai memikirkan gaya yang menyebabkan benda jatuh ke bumi. Pemikirannya kemudian berkembang menjadi teori gravitasi yang menjelaskan bahwa setiap benda memiliki gaya tarik-menarik.

Tak hanya teori gravitasi, Newton juga merumuskan tiga hukum gerak yang menjadi dasar ilmu fisika modern. Hukum-hukum tersebut menjelaskan bagaimana benda bergerak dan bagaimana gaya bekerja terhadap suatu objek. Penemuan itu sangat penting dalam perkembangan teknologi, teknik, hingga ilmu astronomi.

Pada tahun 1687, Newton menerbitkan karya besarnya berjudul Philosophiae Naturalis Principia Mathematica atau lebih dikenal sebagai Principia. Buku tersebut dianggap sebagai salah satu karya ilmiah paling berpengaruh sepanjang sejarah karena menjadi fondasi utama fisika klasik.

Selain fisika, Newton juga melakukan penelitian di bidang matematika dan optik. Ia berhasil mengembangkan kalkulus serta membuktikan bahwa cahaya putih sebenarnya terdiri dari berbagai warna yang dapat dipisahkan menggunakan prisma.

Isaac Newton meninggal dunia pada tahun 1727 dan dimakamkan di Westminster Abbey, Inggris, sebagai bentuk penghormatan atas kontribusinya bagi dunia ilmu pengetahuan.

Hingga kini, nama Newton tetap dikenang sebagai ilmuwan yang berhasil membuka pemahaman manusia tentang hukum alam semesta. Pemikirannya menjadi dasar penting bagi perkembangan sains dan teknologi modern yang digunakan di seluruh dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....