Dua Puluh Tahun Google Translate: Dari Alat Sederhana Jadi Jembatan Bahasa Dunia

  • 02 Mei 2026 11:44 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID,Biak-Dua dekade sejak pertama kali diluncurkan, Google Translate terus berkembang menjadi salah aatu alat penerjemah paling populer di dunia, membantu pengguna menjembatani perbedaan bahasa dengan lebih cepat dan akurat.

Diluncurkan pertama kali pada 2006 silam, ternyata aplikasi ini awalnya hadir sebagai eksperimen sederhana dari Google. Seiring dengan berjalannya waktu, aplikasi ini semakin berkembang pesat dan saat ini sudah mendukung sekitar 250 bahasa di seluruh dunia.

Tidak hanya kaya bahasa, Google Translate ini juga punya peran luas karena telah menjangkau sekitar 95 persen populasi di dunia. Ini artinya, sekitar 7,8 miliar jiwa di seluruh dunia hampir pernah menggunakan aplikasi yang satu ini.

Melansir dari GSMArena, Rabu, (29/04), Google mengungkapkan lebih dari 1 miliar orang menggunakan Google Translate setiap bulannya.

Tak hanya itu, layanan ini menerjemahkan lebih dari 1 triliun kata setiap bulan, menunjukkan besarnya peran platform ini dalam komunikasi lintas bahasa di seluruh dunia.

Google Translate ini juga mencatat kurang lebih 60 ribu pasangan bahasa, dimana pasangan bahasa yang paling sering digunakan adalah Inggris ke Spanyol. Sementara itu, frasa yang paling banyak diterjemahkan oleh pengguna adalah “thank you”.

Dalam rangka merayakan ulang tahunnya yang ke-20 ini, Google pun menghadirkan fitur baru sebagai kado 2 dekade mereka. Fitur ini pun jadi salah satu yang paling dinantikan para pengguna.

Menunggu 20 tahun, latihan pengucapan atau pronunciation practice akhirnya tersedia. Fitur ini memungkinkan pengguna melatih cara berbicara dalam bahasa asing dengan bantuan kecerdasan buatan (AI).

Fitur tersebut saat ini mulai digulirkan di aplikasi Google Translate versi Android saja dan baru tersedia di beberapa negara seperti Amerika Serikat dan India. Untuk tahap awal, fitur ini mendukung tiga bahasa, yakni Inggris, Spanyol, dan Hindi.

AI milik Google ini akan menganalisis cara pengguna dalam berbicara dan memberikan masukan secara langsung terkait bagian pengucapan yang perlu diperbaiki. Dengan begitu, pengguna dapat melatih pelafalan hingga terdengar lebih natural dan sesuai.

Google menyebut bahwa teknologi AI yang digunakan juga mampu memahami idiom yang kompleks, bahasa gaul lokal, hingga konteks halus dalam berbagai bahasa. Hal ini membuat pengalaman belajar bahasa menjadi lebih relevan dengan situasi nyata.

Dengan tambahan fitur ini, Google Translate akhirnya tidak hanya berfungsi sebagai alat penerjemah saja tapi juga semakin meluas menjadi platform pembelajaran bahasa yang lebih interaktif dan praktis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....