Lokakarya Literasi, Numerasi dan Gizi Digelar di Biak Numfor

  • 29 Apr 2026 12:01 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Pemerintah Jepang bekerja sama dengan UNICEF Indonesia, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, serta Yayasan Rumsram menggelar lokakarya perencanaan dan penganggaran guna mendukung layanan literasi, numerasi, serta penyediaan makanan bergizi berkualitas di Kabupaten Biak Numfor, berlangsung pada Rabu 29 April 2026 , di Swissbelhotel Cendrawasih Biak. Kegiatan itu diikuti sebanyak 9 Kepala Sekolah tingkat SD, dan 8 Kepala Sekolah TK, serta mengundang perwakilan OPD, dari Bappeda, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayan Biak Numfor dan mitra Jenewa institute.

Sambutan tertulis Bupati Biak Numfor, yang dibacakan kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kamaruddin,S.Pd, mengatakan kegiatan ini penting sebab memiliki menjadi langkah strategis dalam memperkuat perencanaan pembangunan daerah. Pemerintah tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan fisik semata, tetapi juga menekankan pentingnya penataan perencanaan yang sistematis, terarah, dan berkelanjutan.

"Bantuan hibah dari pemerintah Jepang yang dikelola oleh UNICEF untuk program peningkatan kualitas pendidikan dan pembelajaran adalah wujud nyata kepedulian publik internasional dalam hal ini Jepang terhadap kemajuan pendidikan termasuk tumbuh kembang anak-anak Papua, khususnya lagi di kabupaten kita yang tercinta ini,kabupaten Biak Numfor," ujar Bupati dalam sambutan tertulisnya

“Kita berharap intervensi semacam ini tidak hanya berjalan sementara, tetapi menjadi model yang dapat diimplementasikan di seluruh satuan pendidikan yang ada di Kabupaten Biak. Untuk itu kepada seluruh organisasi perangkat daerah yang terlibat dalam kegiatan ini, saya instruksikan agar hasil lokakarya ini segera ditindaklanjuti. Kita menyusun program kerja yang detail, kita lakukan monitoring dan evaluasi yang ketat, serta kita memastikan anggaran teralokasi dengan baik,”tambahnya

Seementara itu, Direktur Yayasan Rumsram, Simon Morin, dalam sambutannya menekankan bahwa literasi dan numerasi merupakan kompetensi dasar yang sangat penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia sejak dini.

“Literasi dan numerasi bukan sekadar kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi merupakan pondasi berpikir kritis, memecahkan masalah, serta kemampuan berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penguatan literasi dan numerasi menjadi tanggung jawab bersama, baik guru, orang tua, masyarakat, maupun pemangku kepentingan di daerah,” ujarnya.

“Sebanyak 46,2 persen siswa masih mengalami kesulitan membaca lancar, sementara kemampuan numerasi siswa berada di bawah rata-rata nasional. Selain itu, masih terdapat anak yang mengalami stunting yang berdampak pada perkembangan kognitif, termasuk kemampuan literasi dan numerasi,” jelasnya.

Menurut Simon, kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh kesenjangan fasilitas pendidikan dan belum meratanya kompetensi guru, meskipun sebagian telah mengikuti pelatihan. Program yang dijalankan Yayasan Rumsram bersama UNICEF, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, dan dukungan Pemerintah Jepang, difokuskan pada pendekatan terpadu.

Spesialis Pendidikan UNICEF-Indonesia Pria Santri Beringin menjelaskan bahwa dukungan UNICEF dalam program ini difokuskan pada pemberian asistensi teknis kepada pemerintah daerah.

“Dukungan kami adalah memberikan asistensi teknis, yakni membantu menyusun strategi-strategi konkret untuk memperkuat layanan literasi, numerasi, dan gizi agar menjadi lebih berkualitas,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, terdapat empat strategi utama yang akan dipaparkan dalam lokakarya tersebut. Mulai dari perencanaan penganggaran, peningkatan kualitas layanan, a penguatan sarana dan prasarana hingga melibatkan peran masyarakat.

“Jadi, literasi numerasi ini tidak hanya berhenti di sekolah, tapi di rumah juga berlangsung, Jangan sampai nanti sampai di rumah semuanya masing-masing main HP, jadi itu juga bagian dari strategi yang mau kita terapkan, mau kita rincikan hari ini dan bagaimana itu terstruktur di dalam SIPD dari sistem perencanaan penganggaran daerah,” ucapnya

Kegiatan tersebut berlangsung selama 2 hari, hingga 30 April 2026, yang diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, lembaga mitra, serta masyarakat dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan gizi anak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....