Ponsel tanpa Media Sosial? ternyata Masih Berdampak pada Kesehatan Mental

  • 27 Apr 2026 13:40 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Banyak orang mengira dampak buruk ponsel hanya datang dari media sosial. Padahal, komunikasi digital sehari-hari seperti pesan teks dan notifikasi juga bisa memicu stres tanpa disadari.

Banyak orang mengira dampak buruk ponsel hanya datang dari media sosial. Padahal, komunikasi digital sehari-hari seperti pesan teks dan notifikasi juga bisa memicu stres tanpa disadari. Melansir The Guardian 25 April 2026, profesor Kesehatan Masyarakat Global dari University of Edinburgh, Devi Sridhar, menjelaskan bahwa penggunaan ponsel membuat seseorang berada dalam kondisi “selalu siaga” yang melelahkan secara mental. Tekanan notifikasi membuat otak terus bekerja Perubahan cara berkomunikasi menjadi salah satu faktor utama meningkatnya tekanan mental. Jika dulu interaksi lebih banyak dilakukan secara langsung, kini komunikasi berlangsung terus-menerus lewat pesan digital. Jaga Ketahanan Mental untuk Hadapi Pengaruh Negatif Medsos. Sridhar menjelaskan bahwa notifikasi yang muncul di ponsel dapat langsung memicu respons stres, bahkan sebelum pesan dibaca. Setiap notifikasi juga menuntut keputusan kecil, seperti membalas sekarang atau nanti. Jika terjadi berulang kali dalam sehari, kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan kognitif. Akibatnya, seseorang merasa lelah secara mental meski tidak melakukan aktivitas fisik berat. Komunikasi melalui layar juga menghilangkan banyak unsur penting dalam interaksi manusia. Ekspresi wajah, intonasi suara, dan bahasa tubuh tidak dapat tersampaikan secara utuh dalam pesan teks. Hal ini membuat komunikasi digital lebih mudah menimbulkan kesalahpahaman. Penelitian yang dikutip dalam tulisan tersebut menunjukkan bahwa hari dengan intensitas pesan teks tinggi berkaitan dengan tingkat stres yang lebih tinggi. Sebaliknya, interaksi langsung cenderung membuat seseorang merasa lebih positif. Temuan serupa juga muncul dalam tinjauan studi tahun 2026 yang membandingkan komunikasi digital dan tatap muka. Hasilnya menunjukkan kesejahteraan mental lebih baik saat seseorang berinteraksi langsung dibanding melalui layar.

Fitur “dibaca” bisa memicu rasa ditolak Fitur sederhana seperti tanda pesan sudah dibaca ternyata memiliki dampak psikologis yang besar. Menurut Sridhar, pesan yang tidak segera dibalas dapat memicu apa yang disebut sebagai “rasa sakit sosial”. Kondisi ini melibatkan bagian otak yang sama dengan rasa sakit fisik, seperti anterior cingulate cortex dan insula. Situasi seperti tidak dibalas atau diabaikan dapat memunculkan perasaan ditolak. Fenomena ini juga terlihat dalam kebiasaan ghosting, yaitu menghilang tanpa penjelasan dalam komunikasi. Kondisi tersebut dapat meningkatkan stres, detak jantung, hingga tekanan darah. Bahkan, pesan yang hanya dibiarkan tanpa balasan dalam waktu singkat dapat menimbulkan “penolakan kecil” yang berdampak emosional.

Tekanan untuk selalu merespons semakin besar Selain rasa ditolak, banyak orang juga merasakan tekanan untuk selalu merespons pesan dengan cepat. Fitur seperti status online, tanda sedang mengetik, hingga waktu terakhir aktif membuat seseorang merasa harus selalu hadir. Jika tidak merespons, muncul kekhawatiran dianggap tidak sopan atau menjauh. Kondisi ini menciptakan lingkungan komunikasi yang menuntut keterlibatan terus-menerus. Akibatnya, batas antara waktu kerja dan waktu pribadi menjadi semakin kabur.

Koneksi meningkat, tapi rasa kesepian juga naik Ironisnya, meski komunikasi semakin mudah, tingkat stres dan kesepian justru meningkat secara global. Sridhar menilai hal ini terjadi karena sistem saraf manusia tidak dirancang untuk menghadapi komunikasi digital yang terus-menerus. Otak manusia lebih terbiasa dengan interaksi langsung dalam kelompok kecil. Sementara itu, komunikasi digital menghadirkan tekanan yang konstan tanpa jeda.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa penggunaan ponsel, bahkan tanpa media sosial, tetap perlu dikelola dengan bijak agar tidak berdampak pada kesehatan mental.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....