Huawei AI Glasses Resmi Meluncur, Siap Saingi Takhta Meta Ray-Ban
- 23 Apr 2026 18:08 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak : Raksasa teknologi asal Tiongkok, Huawei, resmi terjun ke pasar kacamata pintar dengan meluncurkan perangkat wearable terbarunya yang berbasis kecerdasan buatan. Produk yang diberi nama Huawei AI Glasses ini diperkenalkan secara resmi pada Senin, 20 April 2026, bersamaan dengan peluncuran ponsel flagship seri Pura 90.
Kehadiran kacamata pintar ini langsung menjadi sorotan industri teknologi global, mengingat posisinya yang terang-terangan mengincar segmen yang selama ini dikuasai Meta dengan produk Ray-Ban Meta AI Gen 2-nya.
Desain Minimalis, Bobot yang Bersaing
Secara estetika, Huawei AI Glasses hadir dengan tampilan minimalis yang sekilas tidak berbeda dari kacamata biasa, meski tetap dilengkapi kamera di sisi kanan dan kiri bingkainya — ciri khas perangkat smart glasses pada umumnya.
Yang menjadi keunggulan utama adalah bobot perangkat ini. Huawei AI Glasses diklaim hanya 35,5 gram tanpa lensa dan 47 gram dengan lensa, angka yang jauh lebih kompetitif dibanding rivalnya. Bobotnya lebih ringan ketimbang Ray-Ban Meta AI Gen 2 yang berkisar antara 50 hingga 53 gram, berkat penggunaan material ringan dan teknik precision stacking dalam proses produksinya.
Tak hanya itu, Huawei juga mengklaim desain kacamata pintarnya menggunakan struktur "golden triangle" yang dikembangkan berdasarkan analisis lebih dari 300.000 bentuk kepala di Asia, agar perangkat lebih pas digunakan oleh beragam tipe pengguna.
Ditenagai Chip AI Buatan Sendiri
Dilansir KompasTekno, Kamis, 23 April 2026, Huawei menyebut dari sisi performa AI Glasses ditenagai chip AI buatan sendiri, meski rincian teknisnya tidak dijelaskan secara terbuka. Perusahaan hanya menegaskan bahwa chip tersebut memungkinkan perangkat merespons interaksi berbasis suara nyaris secara instan.
Kacamata ini juga didukung asisten digital Huawei Xiaoyi, yang memungkinkan pengguna bertanya mengenai beragam hal yang dilihat melalui kacamata secara langsung. Lebih jauh lagi, perangkat ini bahkan bisa dimanfaatkan untuk melakukan transaksi pembayaran melalui Alipay — sebuah integrasi yang mempertegas ambisi Huawei membangun ekosistem digital terpadu.
Dari sisi dokumentasi visual, kamera 12 MP yang tertanam pada bingkai memungkinkan pengguna merekam video maupun mengabadikan foto langsung dari sudut pandang orang pertama.
Baterai Jadi Senjata Utama
Salah satu poin paling mencolok dalam persaingan ini adalah daya tahan baterai. Huawei AI Glasses diklaim mampu bertahan hingga sembilan jam untuk pemutaran musik non-stop — sebuah klaim yang langsung melampaui kompetitor utamanya. Sebagai pembanding, Ray-Ban Meta Gen 2 hanya bertahan sekitar delapan jam untuk penggunaan standar, dan turun menjadi sekitar lima jam saat memutar musik secara terus-menerus.
Harga dan Ketersediaan
Untuk saat ini, Huawei AI Glasses baru tersedia di pasar Tiongkok dalam tiga pilihan warna: titanium silver gray, shimmering silver, dan modern black. Varian silver gray dan hitam dibanderol 2.499 yuan (sekitar Rp 6,2 juta), sementara varian shimmering silver dipatok lebih tinggi di angka 2.899 yuan (sekitar Rp 7,2 juta).
Panasnya Persaingan Kacamata Pintar Global
Peluncuran ini hadir di tengah persaingan yang semakin ketat. Meta Platforms masih memimpin pasar global kacamata pintar dengan pangsa sekitar 85 persen pada 2025 dan pengiriman mencapai 7,4 juta unit. Namun di pasar domestik Tiongkok, di mana produk Meta tidak tersedia, pasar justru mencatat lonjakan pengiriman kacamata AI hingga 35 kali lipat pada 2025, dengan total sekitar 950.000 unit.
Bagi para pengamat industri, Huawei AI Glasses menjadi sinyal terkuat bahwa tahun 2026 adalah momen di mana kategori kacamata pintar berhenti sekadar menjadi novelti dan mulai bertransisi ke produk arus utama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....