Pemanfaatan AI Meningkat, Indonesia Jadi Top 5 Pengguna ChatGPT di Sektor Pendidik
- 14 Apr 2026 09:36 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Berdasarkan data terbaru, Indonesia kini masuk dalam lima besar negara dengan jumlah pengguna ChatGPT terbesar di dunia khususnya dalam bidang pendidikan.
OpenAI mengungkapkan bahwa Indonesia kini menempati peringkat lima besar secara global dalam hal penggunaan ChatGPT untuk sektor pendidikan. Informasi ini disampaikan langsung oleh Raghav Gupta, Head of Education, Asia Pacific, OpenAI, dalam sebuah jumpa media di Jakrta Rabu, 8 April 2026 seperti dilansir dari Tekno.
| Baca juga: Keajaiban Linguistik dari Timur Indonesia |
Gupta menyoroti intensitas penggunaan ChatGPT untuk kegiatan belajar di Indonesia yang sangat tinggi, terbukti dari volume pesan yang dikirimkan pengguna. "Jika melihat kepadatan penggunaan untuk aktivitas pendidikan dan pembelajaran, Indonesia termasuk lima besar negara di dunia dalam penggunaan ChatGPT per kapita, untuk pesan yang berkaitan dengan pendidikan," jelasnya.
Angka penggunaan tersebut sangat mencengangkan. Pada bulan Maret 2026 saja, tercatat sekitar 450 juta pesan yang terkait dengan pendidikan dan pembelajaran telah dikirimkan oleh pengguna di Indonesia ke ChatGPT. Fenomena ini menunjukkan peran signifikan teknologi AI generatif dalam proses belajar mengajar di Tanah Air.
Dominasi kelompok usia muda menjadi pendorong utama tingginya adopsi ini. Data OpenAI menunjukkan bahwa sekitar 70% pengguna ChatGPT di Indonesia berada dalam rentang usia 18 hingga 34 tahun. Kelompok ini mencakup mahasiswa, pelajar tingkat sarjana dan pascasarjana, serta profesional muda yang memanfaatkan AI sebagai asisten riset, tutor interaktif, hingga rekan brainstorming.
Secara global, penggunaan ChatGPT juga terus menunjukkan peningkatan pesat sejak diluncurkan pada November 2022. Kini, lebih dari 900 juta orang menggunakan platform ini setiap minggu, dengan kegiatan belajar sebagai salah satu fungsi utamanya. Kondisi ini membuat ChatGPT mulai dianggap sebagai salah satu platform pembelajaran terbesar di dunia.
Meski demikian, penggunaan kecerdasan buatan dalam pendidikan memerlukan pendekatan yang tepat. Studi menunjukkan bahwa pemanfaatan AI yang terarah dapat berkontribusi pada peningkatan hasil belajar. Namun, penggunaan AI sebagai "jalan pintas" dalam mengerjakan tugas justru bisa berdampak negatif terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kualitas pembelajaran.
Penting bagi institusi pendidikan untuk menggalakkan penggunaan AI secara bertanggung jawab dan meningkatkan literasi AI di kalangan pelajar serta tenaga pengajar. OpenAI sendiri telah meluncurkan panduan "100 Chat Prompt untuk Pelajar" melalui situs chatgpt.com/100chats. Panduan ini dirancang untuk membantu pengguna merumuskan perintah yang mendorong pemikiran kritis, bukan sekadar mencari jawaban instan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....