Indonesia Negara Kedua Dunia Rentan Terkena Penipuan
- 16 Feb 2026 22:01 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak : Indonesia merupakan salah satu negara yang paling rentan terhadap penipuan. Hal ini terlihat dari Global Fraud Index 2025 yang dirilis Sumsub, perusahaan teknologi perangkat lunak asal Inggris.
Di Indonesia, sekitar 70% kasus penipuan menggunakan modus Social Engineering (manipulasi psikologis). Penipuan lowongan kerja (loker) juga sangat marak, di mana Indonesia menjadi yang paling rentan di Asia Pasifik. Tingginya angka ini dipengaruhi oleh percepatan transaksi digital yang tidak dibarengi dengan edukasi keamanan, kondisi ekonomi, serta lemahnya sistem perlindungan data dan penegakan hukum.
Mengutip laman Goodstats, Global Fraud Index disusun dari empat indikator penilaian utama, yaitu jumlah kasus penipuan, sumber daya untuk mencegah penipuan, kemampuan pemerintah mencegah penipuan, serta kondisi ekonomi yang dapat memicu aksi penipuan. Penilaiannya dirumuskan ke dalam skor berskala 0-10 poin. Makin tinggi skornya, kerentanan terhadap penipuan makin tinggi.
| Baca juga: Keajaiban Linguistik dari Timur Indonesia |
Global Fraud Index mencatat rata-rata risiko penipuan global berada di skor 2,79 pada 2025. Dengan skor 6,53 poin, Indonesia masih berada pada tingkat risiko yang tinggi, sehingga upaya penguatan sistem keamanan dan literasi digital masyarakat menjadi penting. Angka ini menempatkan Indonesia di peringkat ke-111 dari 112 negara yang diriset, atau paling rentan ke-2 secara global.
Sementara itu, posisi pertama negara dengan risiko penipuan tertinggi ditempati oleh Pakistan dengan skor mencapai 7,84 poin. Pakistan juga tercatat sebagai negara dengan tingkat aktivitas penipuan tertinggi, yakni mencapai 5,0 poin. Nigeria menempati urutan ketiga dengan skor sebesar 6,43 poin, disusul India (6,16 poin), Tanzania (5,49), dan Uganda (5,38 poin). Banglades menutup daftar tujuh besar negara dengan risiko penipuan tertinggi dengan skor 5,34 poin.
Adapun negara dengan risiko penipuan paling rendah adalah Luksemburg (0,8 poin), dilanjut Denmark (0,88 poin) dan Finlandia (1,03 poin).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....