Mengenal “DeepSeek” Aplikasi Teknologi AI China yang Menggemparkan.
- 30 Jan 2025 21:05 WIB
- Biak
KBRN, Biak : Awal tahun 2025, dunia teknologi digemparkan dengan kehadiran “DeepSeek”, aplikasi chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) dari China. “DeepSeek” membuat gempar setelah berhasil menggantikan posisi ChatGPT sebagai aplikasi gratis yang paling banyak diunduh di Amerika Serikat (AS) melalui Apple App Store pada Senin (27/1/2025).
Mengutip CNBC International, Selasa (28/1/2025), DeepSeek, dengan aplikasi asisten AI, menggeser ChatGPT ke posisi kedua. Sementara itu, DeepSeek juga membuat saham teknologi global mengalami tekanan, yang berpotensi menghapus kapitalisasi pasar bernilai miliaran dolar. Salah satu dampak paling signifikan dari keberhasilan DeepSeek adalah goncangan yang terjadi di pasar saham teknologi global.
“DeepSeek” merupakan perusahaan yang didirikan pada tahun 2023 oleh Liang Wenfeng, seorang pengelola dana lindung nilai China yang memiliki visi besar dalam pengembangan AI. Menariknya, DeepSeek AI berhasil mencapai milestone yang luar biasa dalam waktu singkat, menunjukkan bahwa inovasi teknologi tidak selalu membutuhkan sumber daya yang besar seperti yang selama ini dipercaya.
Perjalanan DeepSeek AI secara resmi dimulai pada April 2023 ketika High-Flyer mendirikan laboratorium kecerdasan buatan umum yang kemudian berkembang menjadi perusahaan independen pada Mei 2023. Meski awalnya mengalami kesulitan mendapatkan pendanaan venture capital karena dianggap sulit menghasilkan exit dalam waktu singkat, hal ini tidak menghalangi DeepSeek untuk terus berinovasi.
Yang membedakan DeepSeek dari kompetitornya adalah fokusnya yang murni pada penelitian tanpa rencana komersial yang detail. Strategi ini tidak hanya memungkinkan perusahaan untuk lebih leluasa dalam inovasi, tetapi juga membantu menghindari regulasi AI China yang lebih ketat untuk teknologi yang berorientasi konsumen.
Pada November 2024, perusahaan itu meluncurkan DeepSeek R1 yang dirancang meniru pemikiran manusia. Model tersebut mendukung aplikasi chatbot seluler. Situs antarmuka DeepSeek mulai rilis pada Januari 2025 sebagai alternatif OpenAI yang jauh lebih murah. Model DeepSeek R1 diklaim memiliki kinerja yang setara dengan model terbaru OpenAI saat digunakan untuk tugas-tugas seperti matematika, coding, dan penalaran bahasa alami.
Pada 27 Januari 2025, pengumuman tentang kemampuan DeepSeek R1 menyebabkan penurunan drastis nilai saham perusahaan teknologi terkemuka, termasuk Nvidia yang turun 18%, Microsoft turun 2,5%, dan Alphabet (induk Google) turun lebih dari 4%. Aplikasi DeepSeek saat ini bisa diakses melalui ponsel, laptop, dan PC dengan prosesor Windows atau Mac.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....