Tanggal 13 Juni 1944: Nazi Serangan London Pakai Bom Terbang V1

  • 14 Jun 2026 13:57 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Pada 13 Juni 1944, Nazi Jerman melancarkan serangan pertama menggunakan bom terbang V1 ke London, Inggris. Serangan tersebut menjadi bagian dari program Vergeltungswaffen atau "Senjata V", yang dikembangkan rezim Adolf Hitler untuk membalas serangan Sekutu terhadap wilayah Jerman selama Perang Dunia II. Bom terbang V1, yang dikenal dengan julukan buzz bomb atau doodlebug karena suara khas mesinnya, dirancang sebagai senjata jarak jauh untuk menyerang wilayah perkotaan dan menebar teror di kalangan warga sipil Inggris.

Dikutip dari laman Imperial War Museums (IWM), Sabtu, 13Juni 2026. Serangan perdana itu terjadi hanya sepekan setelah pendaratan pasukan Sekutu di Normandia, Prancis, pada 6 Juni 1944 atau yang dikenal sebagai D-Day. Saat itu, Jerman berada di bawah tekanan besar akibat serangan Sekutu dari berbagai front, termasuk kampanye pengeboman udara dan ofensif Uni Soviet di Eropa Timur.

V1 merupakan bom bersayap yang ditenagai mesin jet dan dapat diluncurkan dari landasan khusus maupun pesawat pembom yang telah dimodifikasi. Senjata tersebut menjadi salah satu teknologi militer paling inovatif pada masanya dan dianggap sebagai cikal bakal rudal jelajah modern. Meski demikian, efektivitas V1 terbatas karena lintasan terbangnya yang relatif lurus dan mudah diprediksi. Kondisi itu memungkinkan sistem pertahanan Inggris mencegat sebagian besar bom sebelum mencapai target.

Untuk menghadapi ancaman tersebut, Inggris mengerahkan pertahanan berlapis yang melibatkan pesawat tempur Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF), balon penghalang, serta baterai meriam antipesawat di sepanjang pesisir tenggara negara itu. Catatan sejarah menunjukkan lebih dari 1.800 bom V1 berhasil ditembak jatuh oleh meriam antipesawat, sementara jumlah yang hampir sama dihancurkan oleh pesawat tempur RAF sebelum mencapai wilayah sasaran.

Meskipun tidak mampu mengubah jalannya Perang Dunia II, kampanye V1 menyebabkan ribuan korban jiwa di kalangan warga sipil dan menimbulkan kerusakan luas di Inggris. Serangan V1 kemudian diikuti oleh penggunaan rudal balistik V2, senjata yang lebih canggih dan jauh lebih sulit dicegat. Kedua sistem persenjataan tersebut menjadi tonggak penting dalam perkembangan teknologi rudal modern yang terus berkembang setelah perang berakhir.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....