Tanggal 14 Mei 1948: Kepala Badan Yahudi Proklamasikan Kemerdekaan Israel

  • 14 Mei 2026 16:41 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak – Israel resmi diproklamasikan sebagai negara pada 14 Mei 1948 di Tel Aviv melalui pembacaan naskah deklarasi oleh David Ben-Gurion, Kepala Badan Yahudi. Proklamasi tersebut segera memicu respons cepat dari komunitas internasional, terutama Amerika Serikat. Mengutip History.state.gov pada Kamis 14 Mei 2026, hanya beberapa jam setelah deklarasi kemerdekaan diumumkan, Presiden Amerika Serikat Harry S. Truman secara resmi mengakui kedaulatan Israel. Keputusan itu disebut sebagai langkah politik yang berani, karena diambil di tengah perdebatan internal yang tajam di dalam pemerintahan AS sendiri.

Melansir dari liputan6.com, disebutkan sebagai simbol awal hubungan diplomatik, Eliahu Elath menyerahkan sebuah simbol penghormatan kepada Presiden Truman sebagai ungkapan terima kasih atas dukungan Amerika Serikat terhadap negara yang baru berdiri tersebut. Sebelum pengakuan itu diberikan, kebijakan Amerika Serikat terhadap Palestina berada dalam posisi yang tidak pasti. Presiden sebelumnya, Franklin D.

Roosevelt, pada 1945 telah menyampaikan kepada pihak Arab bahwa Washington tidak akan mengambil keputusan tanpa konsultasi dengan kedua belah pihak. Di sisi lain, Inggris yang saat itu memegang mandat atas Palestina hingga Mei 1948 menolak pembentukan negara Yahudi maupun negara Arab secara sepihak, dengan alasan menjaga stabilitas dan kepentingan politik-ekonomi di kawasan. Perubahan arah kebijakan AS mulai terlihat ketika Truman menjabat. Ia membentuk tim kajian khusus untuk menelaah masa depan Palestina secara lebih mendalam, termasuk melalui komite kabinet yang bernegosiasi dengan Inggris pada 1946. Pada periode yang sama, Truman juga menyetujui penerimaan 100.000 pengungsi Yahudi ke Palestina serta secara terbuka mendukung gagasan pembentukan negara Yahudi pada Oktober 1946.

Situasi semakin memanas setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadopsi Resolusi 181 pada 29 November 1947. Resolusi tersebut merekomendasikan pembagian wilayah mandat Palestina menjadi dua negara, yakni negara Yahudi dan negara Arab, dengan Yerusalem ditetapkan sebagai wilayah internasional di bawah administrasi PBB. Meski menghadapi penolakan dari negara-negara Arab serta kekhawatiran di internal pemerintahannya sendiri, Truman tetap pada keputusannya untuk mengakui Israel.

Langkah tersebut tidak hanya menandai lahirnya sebuah negara baru, tetapi juga menjadi titik awal dinamika geopolitik Timur Tengah yang hingga kini masih terus berlangsung kompleks.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....