Revitalisasi Sekolah di Biak Perkuat Kualitas Pendidikan

  • 07 Mar 2026 11:10 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak – Program revitalisasi sekolah yang dijalankan pemerintah menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Biak Numfor. Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik sekolah, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran.

Sejumlah sekolah di Biak Numfor sebelumnya masih menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari kondisi ruang kelas yang mengalami kerusakan, fasilitas sanitasi yang belum memadai, hingga minimnya sarana penunjang pembelajaran seperti perpustakaan dan laboratorium.

Melalui program revitalisasi sekolah, pemerintah melakukan perbaikan dan pembangunan ruang kelas baru, rehabilitasi bangunan sekolah, serta peningkatan fasilitas pendukung lainnya. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak bagi para siswa dan guru.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Biak Numfor, Kamaruddin, S.Pd., menjelaskan bahwa program revitalisasi satuan pendidikan sebagai program pemerintah pusat telah memberikan manfaat yang signifikan. Tahun 2025 lalu, Kabupaten Biak Numfor memperoleh anggaran sekitar Rp21,379 miliar untuk merevitalisasi 14 Sekolah, yaitu: 1 sekolah dasar (SD), 4 sekolah menengah pertama (SMP), dan 9 sekolah menengah atas/kejuruan (SMA-SMK).

“Kita membangun toilet, UKS, ruang kelas baru, merehab ruang kelas rusak, membangun lab, perpustakaan, rumah guru, rumah kepala sekolah, dan asrama khusus SMA. Semua proyek sudah selesai 100 persen dan sudah digunakan sejak selesai konstruksi, tanpa menunggu peresmian, terutama untuk sekolah yang sangat mendesak seperti SMP Negeri 7 Biak Kota dan SMP Negeri 8 Biak Kota," ujarnya pada Rabu 5 Maret 2026.

Menurutnya, perbaikan infrastruktur sekolah akan memberikan dampak langsung terhadap kenyamanan dan semangat belajar siswa. Selain itu, fasilitas yang lebih baik juga membantu guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar secara lebih efektif. Selain itu, sekolah yang mendapatkan bantuan dibuat ramah disabilitas, sehingga anak-anak dengan kebutuhan khusus dapat mengakses fasilitas dengan leluasa

Menanggapi program ini, Kepala SMA Negeri 1 Biak Utara, Sudirman Barean, S.Pd., M.MA., mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat sesuai Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang peningkatan mutu pendidikan dan sarana prasarana.

"Sekolah kami mendapatkan rehab dengan 9 menu proyek dan anggaran sekitar Rp2,270 miliar. Sekolah kami sangat memprihatinkan sebelumnya, sehingga kesempatan ini sangat berarti. Kami langsung menggunakan fasilitas yang sudah selesai karena sangat membutuhkan, dan siswa merasa senang dengan suasana yang lebih aman dan nyaman," ucapnya.

Program ini tidak hanya melibatkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat. Peran masyarakat dinilai penting dalam menjaga serta memanfaatkan fasilitas pendidikan yang telah dibangun.

Wakil Ketua Komite SMA Negeri 1 Biak Utara, Yoseph Dimara, yang juga merupakan orang tua siswa, menilai program revitalisasi sekolah memberikan perubahan besar bagi lingkungan belajar di sekolah tersebut.

“Kami mewakili seluruh masyarakat Biak Utara menyampaikan terima kasih kepada pemerintah. Ketika program ini hadir di sekolah kami, suasana belajar menjadi lebih aman dan nyaman. Untuk itu sebagai orang tua siswa, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih,” ujarnya.

Melalui revitalisasi sekolah, pemerintah berharap kualitas pendidikan di Biak Numfor dapat terus meningkat, sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi generasi muda untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita