Indonesia Peringati Hari Kunjung Perpustakaan Setiap 14 September
- 13 Sep 2026 17:31 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Hari Kunjung Perpustakaan diperingati di Indonesia setiap 14 September. Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan minat masyarakat berkunjung ke perpustakaan sekaligus menumbuhkan budaya membaca. Di tengah perkembangan teknologi dan semakin mudahnya akses informasi digital, perpustakaan tetap memiliki peran penting sebagai ruang belajar, mencari informasi, serta mengembangkan pengetahuan masyarakat.
Melansir laman Perpusnas, peringatan Hari Kunjung Perpustakaan tidak terlepas dari upaya pemerintah mendorong peningkatan budaya baca di Indonesia. Tanggal 14 September juga bertepatan dengan peringatan Hari Kunjung Perpustakaan yang ditetapkan pada 1995. Pada masa itu, pemerintah melalui Presiden Soeharto mendorong keberadaan perpustakaan agar semakin dekat dengan masyarakat dan mampu menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Secara historis, perpustakaan di Indonesia telah berkembang sejak masa kolonial. Salah satu tonggak pentingnya adalah berdirinya Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen pada 1778 yang memiliki koleksi buku dan menjadi cikal bakal perkembangan perpustakaan di Indonesia. Setelah kemerdekaan, lembaga dan perpustakaan terus berkembang mengikuti kebutuhan pendidikan dan informasi masyarakat, hingga kemudian hadir Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sebagai lembaga yang berperan dalam pengembangan perpustakaan secara nasional.
Hari Kunjung Perpustakaan kemudian menjadi salah satu kesempatan untuk kembali mengingat pentingnya perpustakaan dalam kehidupan masyarakat. Berbagai kegiatan dapat dilakukan untuk memeriahkannya, mulai dari pameran buku, bedah buku, diskusi literasi, lomba membaca, hingga program kunjungan bagi pelajar. Kehadiran perpustakaan yang semakin modern juga diharapkan mampu menarik generasi muda agar menjadikan perpustakaan sebagai tempat memperoleh pengetahuan dan mengembangkan kreativitas.
Peringatan setiap 14 September pada akhirnya bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat bahwa budaya membaca perlu terus dibangun. Masyarakat diharapkan tidak hanya memanfaatkan perpustakaan sebagai tempat meminjam buku, tetapi juga sebagai ruang untuk belajar, berdiskusi, dan mendapatkan informasi yang kredibel. Dengan meningkatnya kunjungan dan pemanfaatan perpustakaan, diharapkan budaya literasi di Indonesia semakin kuat dan mampu mendukung terciptanya masyarakat yang berpengetahuan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....