Tren Silent Walking, Langkah Sederhana menuju Pikiran yang Lebih Jernih
- 23 Jul 2026 17:55 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Di tengah padatnya aktivitas dan tingginya penggunaan gawai dalam kehidupan sehari-hari, muncul tren self-care yang dikenal dengan silent walking. Aktivitas ini dilakukan dengan berjalan kaki tanpa gangguan seperti penggunaan ponsel, mendengarkan musik, maupun berbincang dengan orang lain. Tujuannya adalah membantu mengurangi stres, menenangkan pikiran, serta memberikan kesempatan untuk lebih fokus pada diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Melansir berbagai sumber, popularitas silent walking terus meningkat, terutama melalui media sosial seperti TikTok, sebagai respons terhadap tingginya paparan distraksi digital. Konsepnya pun cukup sederhana, yakni berjalan dalam keheningan tanpa berbagai gangguan agar seseorang dapat menikmati momen secara utuh. Praktik ini diyakini mampu menciptakan ruang untuk relaksasi, refleksi diri, dan meningkatkan kesadaran terhadap kondisi fisik maupun mental.
Fenomena silent walking belakangan semakin menarik perhatian setelah banyak diperbincangkan melalui video-video viral di TikTok. Tren ini dipopulerkan oleh kreator TikTok, Mady Maio, yang membagikan pengalamannya menjadikan aktivitas tersebut sebagai alternatif olahraga kardio yang lebih ringan sekaligus cara untuk menjaga kesehatan mental. Meski demikian, praktik berjalan kaki dalam keheningan sebenarnya telah lama dikenal dan dilakukan oleh banyak orang.
Dikutip juga dari fimela.com, popularitas silent walking pun dengan cepat diadopsi, terutama oleh Generasi Z, sebagai cara sederhana untuk mengurangi ketergantungan pada perangkat digital dan kembali menikmati momen saat berjalan kaki. Aktivitas ini dilakukan tanpa mendengarkan musik, memutar podcast, menggunakan ponsel, atau melakukan aktivitas lain yang dapat mengalihkan perhatian. Dengan meminimalkan distraksi, silent walking diyakini mampu membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks serta meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan sekitar.
Lantas, apa sajakah manfaat dari silent walking ? Silent walking menawarkan berbagai manfaat bagi kesehatan mental maupun fisik, terutama dalam membantu meredakan stres dan menjernihkan pikiran. Aktivitas ini diketahui dapat menurunkan kadar kortisol atau hormon stres, bahkan hanya dengan berjalan kaki selama sekitar 10 menit. Saat dilakukan di ruang terbuka hijau, silent walking juga membantu tubuh beralih dari kondisi siaga (fight-or-flight) ke keadaan yang lebih rileks. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Molecular Psychiatry pada 2022 menunjukkan bahwa berjalan kaki selama 60 menit di alam dapat mengurangi aktivitas amigdala, bagian otak yang berperan dalam merespons stres dan ancaman.
Selain membantu tubuh lebih rileks, silent walking juga mendukung peningkatan fokus, kejernihan mental, dan pengendalian emosi. Berjalan tanpa distraksi memberi kesempatan bagi otak untuk memproses pikiran dengan lebih baik, sehingga dapat meningkatkan konsentrasi, mengurangi kelelahan mental, serta memunculkan ide-ide kreatif. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa suasana hening berpotensi merangsang pembentukan sel-sel otak baru. Tak hanya itu, praktik ini menjadi sarana refleksi diri dan meditasi aktif yang membantu seseorang lebih sadar terhadap pikiran, perasaan, serta lingkungan di sekitarnya, sehingga tercipta keseimbangan emosional yang lebih baik.
Untuk memperoleh manfaat optimal dari silent walking, aktivitas ini sebaiknya dilakukan tanpa gangguan seperti mendengarkan musik, podcast, atau menggunakan ponsel. Selama berjalan, arahkan perhatian pada setiap langkah, irama napas, suara di sekitar, serta berbagai sensasi yang dirasakan tubuh. Jika membawa perangkat elektronik, sebaiknya aktifkan mode senyap agar tidak mengganggu konsentrasi. Pilih lokasi yang tenang, seperti taman atau jalur pejalan kaki, serta lakukan pada pagi atau sore hari. Durasi 5–10 menit sudah dapat memberikan manfaat, meski berjalan sekitar 30 menit dinilai lebih ideal.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa silent walking dapat membantu menurunkan stres sekaligus meningkatkan mindfulness atau kesadaran terhadap momen saat ini. Aktivitas ini juga diyakini mampu mengurangi kecemasan, membantu mengelola emosi, meningkatkan konsentrasi, serta mendukung fungsi otak dan daya ingat. Selain itu, berjalan kaki dalam keheningan berpotensi memperbaiki kualitas tidur dengan membantu tubuh lebih rileks dan menjaga ritme sirkadian. Dengan dilakukan secara rutin, silent walking dapat memberikan efek menyegarkan, membuat pikiran lebih tenang, dan meningkatkan rasa bahagia layaknya setelah melakukan meditasi singkat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....