Doomscrolling: Scroll tanpa Henti yang Perlahan Merusak Pikiran

  • 16 Mei 2026 20:53 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID,Biak- Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, handphone kini bukan lagi sekadar alat komunikasi, melainkan sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, bagi sebagian orang, keberadaan handphone sudah dianggap seperti kebutuhan primer yang sulit dipisahkan dari aktivitas harian. Hampir setiap kegiatan bergantung pada penggunaan hp, mulai dari mencari informasi, berkomunikasi, belajar, bekerja, hingga sebagai sarana hiburan. Tidak heran jika banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam menatap layar ponsel setiap harinya.

Saat pagi hari banyak diantara kita yang secara refleks membuka hp untuk mengecek notifikasi, membuka media sosial, membaca pesan, atau melihat berita terbaru sebelum memulai aktivitas. Aktivitas scrolling di pagi hari sering dianggap sebagai cara untuk mencari hiburan maupun mendapatkan informasi terkini. Namun, tanpa disadari, kebiasaan ini dapat membuat seseorang terlalu lama menatap layar dan mengurangi fokus serta produktivitas di awal hari. Namun, di balik kebiasaan tersebut, terdapat istilah doomscrolling yang perlu diwaspadai. lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan doomscrolling?

Dilansir dari Kumparan.com, doomscrolling merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kebiasaan seseorang yang menghabiskan banyak waktu dengan terus-menerus mengonsumsi informasi di media sosial, terutama berita yang bernuansa negatif. Orang yang mengalami kebiasaan ini cenderung tanpa sadar terus menggulir layar ponsel untuk mencari informasi terbaru karena merasa takut tertinggal perkembangan berita terkini.

Istilah doomscrolling baru muncul di era pandemi COVID-19, tepatnya pada tahun 2020. Saat itu masyarakat “terjebak" di dalam rumah, tapi mereka butuh informasi terkini tentang kesehatan dan lainnya. Jadi, satu-satunya cara untuk tetap terinformasi adalah lewat scrolling media sosial. Menurut laman Cleveland Clinic, psikolog Susan Albers, PsyD menjelaskan bahwa saat melakukan doomscrolling, seseorang biasanya merasa hanya sedang mencari informasi terbaru. Namun sebenarnya, mereka tanpa sadar justru memperkuat perasaan negatif yang sedang dialami.

“Saat depresi, kita sering mencari informasi yang dapat mengonfirmasi perasaan kita. Doomscrolling beroperasi dengan pola pikir yang sama. Jika Anda merasa negatif, membaca berita negatif hanya akan mengonfirmasi ulang perasaan Anda,” ujar Dr. Albers (Cleveland Clinic)

Doomscrolling sering terjadi tanpa disadari hingga menjadi kebiasaan. Seseorang yang terus mencari dan membaca berita negatif akan ikut merasakan emosi, lalu kembali mencari berita serupa untuk memperkuat perasaannya. Kondisi ini bisa membuat seseorang semakin terjebak dalam pikiran negatif dan jika dibiarkan akan mengganggu kesehatan fisik bahkan mental sehingga produktivitas ikut menurun. Oleh karena itu, penting untuk kita ketahui beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mulai mengurangi kebiasaan doomscrolling:

1. Pertama, mengakses berbagai informasi sebenarnya tidak masalah asalkan tetap dibatasi. Kita bisa menentukan waktu, tempat, dan durasi untuk mengakses berita. Misalnya, cukup membaca berita selama 10–15 menit saat jeda beraktivitas atau pekerjaan telah selesai agar tetap update dan tidak berlebihan.

2. Cara selanjutnya yakni jauhkan ponsel dari genggaman. Sering kali tanpa sadar kita terus membuka media sosial karena ponsel selalu ada di tangan. Untuk mengatasinya, coba jauhkan hp dengan meletakkannya di ruangan lain agar tidak mudah dicek. Alihkan Pikiran Anda dengan melakukan pekerjaan lainnya baik itu pekerjaan rumah, hobi atau berolahrga. Cara ini bisa membantu kita lebih fokus melakukan aktivitas yang lebih bermanfaat di dunia nyata.

3. Terakhir, Jika masih sulit berhenti scrolling, coba perlahan kurangi kebiasaan menggulir layar ponsel terlalu cepat. Lakukan secara bertahap sampai akhirnya kamu bisa menghindari doomscrolling.

Doomscrolling memang terlihat sepele, tetapi jika dilakukan terus-menerus dapat berdampak pada kesehatan mental. Semoga 3 cara tadi dapat membantu kita untuk tetap produktif di dunia nyata serta mulai mengontrol kebiasaan ini agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....