Memasuki Masa Pensiun Saatnya Memulai Petualangan Baru

  • 04 Apr 2025 12:12 WIB
  •  Biak

KBRN Biak, Orang yang memasuki masa pensiun rentan merasa kesepian, kehilangan kebahagiaan, bahkan kesehatan. Banyak dari mereka yang merasa bagai "laskar tak berguna."

Apalagi ditinggal jauh oleh anak-anaknya yang sudah memiliki keluarga sendiri. Tidak lagi satu rumah. Semua ini bisa mengundang kesepian dan ketidakbahagiaan.

Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan seperti itu, Mari kita bahas lebih jauh, sumber kompasiana.

Pertama, tetap terhubung dengan keluarga.

Kendati anak-anak tidak lagi tinggal serumah, tapi kontak atau hubungan dengan mereka tetap bisa dilakukan. Fasilitas berbasis teknologi kini sangat memudahkan komunikasi itu. Misalnya dengan whatsapp, video call, telepon, dan lainnya. Google meet pun bisa dipergunakan untuk bisa bertegur sapa sekaligus dengan semua anggota keluarga.

Lebih bagus lagi kalau dibuat group keluarga di whatsapp sebagai sarana berkomunikasi dengan berbagi gambar, kegiatan, pesan, hal-hal yang lucu dan menarik.

Selain itu, dapat juga membuat rencana kunjungan. Sesekali bersua secara fisik bisa dilakukan. Bisa dilakukan di rumah sendiri, dapat pula dilakukan di rumah keluarga yang dikunjungi. Sesekali bertemu seperti ini akan mempererat tali persaudaraan sekaligus melepas kerinduan satu sama lain.

Kedua, menjalin relasi lebih luas.

Pensiun bukan berarti mengurangi pergaulan atau bahkan mengisolasi diri. Bukan. Justru setelah pensiun, orang memiliki cukup banyak waktu untuk menjalin relasi yang lebih luas.

Hal ini dilakukan dengan memasuki komunitas baru. Misalnya, komunitas meditasi, komunitas yoga, komunitas olahraga, dan komunitas relawan. Pilih komunitas yang sesuai dengan minat dan kebutuhan.

Dengan terlibat dalam dua atau tiga komunitas, maka pensiunan akan terpenuhi kebutuhan akan pertemanan sekaligus mendapatkan wawasan dan pengalaman baru yang menyehatkan dan menyenangkan. Hindari memilih komunitas yang tak sesuai dengan minat apalagi bertolak belakang dengan moralitas hidup.

Ketiga, menjaga kesibukan dengan kegiatan positif.

Banyak pilihan yang terkait dengan kesibukan yang bisa dilakukan saat pensiun. Salah satunya adalah dengan mengembangkan hobi. Dulu ketika masih aktif berdinas, mungkin hobi itu belum maksimal dieksplorasi.

Nah, saat pensiun menjadi kesempatan emas untuk "berpetualang" dengan mengembangkan hobi lebih jauh. Sebut saja, hobi melukis, menulis, memasak, menjahit, mengajar, dan berkebun.

Isi dan semarakkan hari-hari dengan mempelajari hal-hal yang baru. Bila perlu ikuti kursus di bidang tertentu untuk memperdalam keterampilan yang dimiliki atau mendapatkan keterampilan baru.

Atau, buka youtube untuk mempelajari sesuatu yang menarik dan bermanfaat dan kemudian praktikkan. Melalui youtube, orang belajar berbahasa asing, belajar filsafat yang bisa dipraktikkan seperti stoikisme, bahkan belajar memasak. Ada banyak sekali pengetahuan dan keterampilan yang bisa diperoleh dari youtube jika ada kemauan untuk belajar hal-hal baru.

Keempat, kesempatan merawat diri.

Pada saat bekerja mungkin "me time" sulit didapat saking sibuknya dalam pekerjaan. Nah, begitu memasuki masa pensiun, kesempatan untuk merawat diri sangat terbuka.

Merawat diri sendiri sangatlah penting untuk kesehatan tubuh dan pikiran. Yang bisa dilakukan di antaranya dengan berolah raga secara teratur. Bisa dipilih, misalnya, olah raga bersepeda dan berjalan kaki (jogging). Yang hobi berenang bisa menceburkan diri ke kolam renang. Apapun pilihan itu, tetap sesuaikan dengan minat dan kemampuan.

Selain menjaga kesehatan fisik, jangan lupa merawat kesehatan mental-rohaniah. Misalnya, membaca buku dan menikmati musik kesukaan. Boleh juga memilih yoga dan meditasi. Kedua yang disebut terakhir ini sangat membantu kesehatan rohani seseorang sehingga banyak dianjurkan. Semua aktivitas yang dilakukan seyogianya didukung dengan asupan makanan yang bergizi dan istirahat yang cukup

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....