Fenomena Borrowed Nostalgia, Mengapa Gen Z Menyukai Era yang Tak Pernah Dialami?

  • 01 Sep 2026 21:02 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak – Generasi Z atau Gen Z ternyata menjadi kelompok yang paling kuat merasakan daya tarik nostalgia saat memilih musik maupun konten hiburan. Temuan ini terungkap dalam studi terbaru yang menunjukkan bahwa lagu-lagu lawas dan budaya populer dari masa lalu kini kembali diminati, bahkan oleh generasi yang tidak mengalaminya secara langsung.

Dikutip dari artikel ANTARA, studi bertajuk Then is Now: A Study on Modern Nostalgia dilakukan terhadap 1.800 responden di Amerika Serikat, Inggris, dan Australia. Penelitian tersebut melibatkan tiga kelompok generasi, yaitu Gen X, Milenial, dan Gen Z, serta ditugaskan oleh layanan streaming video musik Vevo.

Nostalgia Jadi Daya Tarik Terbesar bagi Gen Z

Hasil studi menunjukkan bahwa Gen Z menjadi generasi yang paling dipengaruhi oleh unsur nostalgia ketika memilih musik maupun konten hiburan.

Sebanyak 64 persen responden Gen Z mengaku nostalgia memiliki pengaruh besar terhadap tontonan dan musik yang mereka nikmati. Sementara itu, 88 persen mengatakan bahwa nostalgia membuat pengalaman emosional terasa lebih mendalam.

Fenomena ini menunjukkan bahwa nostalgia bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi cara baru bagi generasi muda untuk menemukan hiburan yang terasa lebih bermakna.

Muncul Fenomena "Borrowed Nostalgia"

Salah satu temuan menarik dalam penelitian tersebut adalah munculnya fenomena borrowed nostalgia atau "nostalgia pinjaman".

Istilah ini menggambarkan kondisi ketika seseorang merasa rindu terhadap suasana, musik, atau budaya dari masa yang sebenarnya belum pernah mereka alami secara langsung. Bagi Gen Z, perasaan tersebut muncul karena mereka dapat dengan mudah mengakses berbagai konten lawas melalui layanan streaming maupun media sosial.

Film dan Serial Membuat Lagu Lama Populer Kembali

Penelitian juga menemukan bahwa film dan serial televisi berperan besar dalam menghidupkan kembali lagu-lagu lama.

Ketika serial seperti Stranger Things menggunakan lagu-lagu lawas sebagai soundtrack, jumlah penayangan video musik lagu tersebut di platform Vevo ikut meningkat. Konten baru menjadi pintu masuk bagi audiens muda untuk menemukan kembali katalog musik lama.

Hal ini menunjukkan bahwa karya hiburan modern mampu memperkenalkan kembali musik klasik kepada generasi baru.

Streaming Menghapus Batas Antargenerasi

Kemudahan mengakses berbagai katalog musik melalui platform digital membuat batas antargenerasi semakin memudar.

Gen Z kini dapat menikmati lagu, film, maupun budaya populer dari era 1980-an, 1990-an, hingga awal 2000-an hanya melalui satu platform digital. Akses tersebut memungkinkan mereka membangun kedekatan emosional terhadap karya-karya yang lahir jauh sebelum mereka lahir.

Siklus Nostalgia Kini Semakin Cepat

Penelitian juga mencatat bahwa siklus nostalgia budaya pop kini berlangsung lebih cepat dibandingkan sebelumnya.

Jika dahulu tren nostalgia biasanya muncul kembali setelah sekitar 20 hingga 25 tahun, kini perputarannya menjadi lebih singkat karena didorong oleh media sosial, layanan streaming, dan kebiasaan konsumsi digital Gen Z serta Milenial muda.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa nostalgia kini tidak lagi hanya dimiliki oleh generasi yang pernah mengalami suatu era, tetapi juga menjadi bagian dari cara generasi muda menemukan identitas, hiburan, dan pengalaman emosional melalui konten digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....