Alasan Mengapa Lagu Daerah Masih Relevan
- 21 Okt 2025 20:31 WIB
- Biak
KBRN, Biak: Di tengah laju pesatnya teknologi dan arus globalisasi budaya, eksistensi lagu daerah sempat dipertanyakan. Namun, justru dalam beberapa tahun terakhir, lagu-lagu berbahasa daerah kembali mencuri perhatian publik terutama generasi muda.
Mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga menciptakan konten kreatif dengan nuansa tradisi. Fenomena ini menunjukkan bahwa musik daerah bukanlah peninggalan masa lalu yang ditinggalkan, melainkan bagian dari identitas yang terus tumbuh.
Tren ini bukan sekadar nostalgia, melainkan bentuk kebanggaan dan identitas lokal yang dikemas kekinian.
Lagu daerah sering kali menyuarakan pengalaman dan emosi yang relatable bagi anak muda: rindu kampung halaman, semangat gotong royong, atau kesederhanaan hidup. Misalnya, lagu Jawa seperti Suwe Ora Jamu mengandung pesan tentang pertemuan dan perpisahan yang dekat dengan realita percintaan remaja.
Menurut GoodStats, meski musik pop mendominasi, sekitar 38 persen responden masih mendengarkan lagu berbahasa daerah sebagai pengingat akar budaya dan nilai hidup.
Media sosial berperan besar dalam membangkitkan kembali lagu-lagu tradisional. Banyak lagu daerah di-remix dan digunakan sebagai latar video TikTok, Reels, hingga Shorts. Tantangan dance atau video lucu dengan iringan musik tradisional membuat generasi muda lebih familiar dan tertarik.
Penelitian yang dipublikasikan di arXiv menyebutkan bahwa TikTok terbukti meningkatkan penelusuran lagu-lagu lokal di Google Trends, bahkan untuk lagu-lagu yang sebelumnya dianggap "kuno" oleh generasi muda.
Daripada sekadar jadi kenangan, lagu daerah kini jadi bagian gaya hidup, identitas, sekaligus ekspresi artistik baru. Sudah saatnya kita bangga menyanyikan lagu-lagu dari tanah kelahiran kita sendiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....