Menilik Kalamo, Kampung Nelayan Modern Pertama di Indonesia
- 19 Apr 2024 08:58 WIB
- Biak
KBRN, Biak : Tak habis – habisnya berbagai tempat indah yang ada di Kabupatrn Biak Numfor,.Provinsi Papua, berhasil mengharumkan nama daerah dengan keindahan dan keunikan tersendiri hingga masyhur bahkan ke tingkat nasional.
Sebuah kampung kecil yang berawal sebagai tempat tinggal para nelayan dengan aktivitas perikanan tangkap kini telah menjadi salah satu objek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara, dikenal dengan nama Kalamo, kampung nelayan modern berlokasi di kampung Samber-Binyeri distrik Yendidori, Kabupaten Biak Numfor, Papua.
Kampung nelayan dengan panorama alam bahari yang indah ini diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo tepatnya pada Agustus 2023 didampingi beberapa menteri yang ketika itu tengah melakukan kunjungan di Biak.
Adam Mampioper selaku pengurus dan Ketua Koperasi Produsen Samber-Binyeri Maju menjelaskan, bukan tanpa sebab kampung ini disebut sebagai Kalamo, nama itu disematkan secara nasional melalui program Kementerian Kelautan dan perikanan atas potensi yang dimiliki oleh kampung ini, yaitu sebagai kampung penyuplai ikan terbanyak di Biak dengan mayoritas penduduk atau sebesar 80% adalah nelayan.
“Sebelumnya kampung ini kategori kalaju atau kampung nelayan maju, setelah itu per Agustus 2023 barulah masuk dalam kategori modern yang disebut kampung nelayan modern atau kalamo. Kami berterimakasih karena para nelayan di sini sangat terbantu dengan penyediaan fasilitas tangkap yang cukup lengkap dari pemerintah, seperti motor tempel ada 20 unit, kapal 15 unit, fishfinder juga 15 unit, serta alat tangkap lainnya seperti nelon dan mata pancing, sehingga hasil tangkapan kami bisa mencapai sampai 2 ton ikan per harinya, paling banyak ikan cakalang dan ikan tuna” ujarnya.
Seiring berjalannya waktu, kalamo samber-binyeri semakin dikenal masyarakat luas dengan penataan kampung yang unik dan spot – spot foto menarik seperti jembatan cantik yang mengarah ke laut, pondok di bukit, sentra kuliner atau senkul, bahkan para nelayan di kampung ini juga memiliki sebuah bengkel kapal yang dapat memperbaiki kerusakan kapal.
Lebih lanjut Adam menambahkan, atas usul dan ide pihak kementerian kelautan dan perikanan serta kementerian koperasi dan UKM, kalamo pun dibuka menjadi objek wisata dengan salah satu aktivitas wisata yang sangat disukai pengunjung yaitu wisata menyusuri pantai.
“Kami punya salah satu program yang diusul oleh kemenkop dan KKP, bahwa jangan kalamo ini hanya dijadikan sebagai kampung untuk perikanan tangkap saja, tapi juga tempat wisata sehingga kami membentuk sebuah kelompok pengelola terdiri dari 10 orang dengan beberapa kapal yang sudah siap untuk mengantarkan pengunjung yang ingin menikmati wisata susur pantai, lalu kami juga punya teman-teman nelayan yang mahir dalam aktivitas diving, hal ini juga akan kami upayakan ke depan bagi wisatawan,” jelasnya.
Jika berkunjung ke Biak, jangan lewatkan untuk manyambangi kampung ini dengan menempuh perjalanan sekitar 30 menit dari pusat kota.
Perjalanan anda tentu terbayarkan dengan sambutan hangat keramahan penduduknya serta keindahan panorama alam bahari dari sebuah kampung kecil di kota berjuluk karang panas, yaitu kalamo sebagai kampung nelayan modern pertama di Indonesia dari Biak, Papua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....