Dari Pulau Bromsi ke Pekalongan, Persila Koibur Mengayuh Mimpi lewat ADEM

  • 06 Jul 2026 09:21 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Persila Koibur, siswa lulusan SMP Negeri 1 Padaido asal Pulau Bromsi, Distrik Aimando Padaido, berhasil mewujudkan impiannya untuk mengenyam pendidikan di kota besar dengan fasilitas yang layak. Keberhasilan ini diraih setelah ia dinyatakan lolos seleksi program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek.

Sebelum mendapatkan kesempatan ini, Persila harus bertaruh dengan ombak dan menguras energi setiap hari. Demi bisa sampai ke sekolah, ia harus mendayung perahu tradisional melintasi lautan yang memisahkan pulau tempat tinggalnya dengan sekolahnya di SMP Negeri 1 Padaido.

Meski dihadapkan pada keterbatasan fasilitas dan tantangan geografis yang berat, hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus menimba ilmu. Persila mengaku selalu menyimpan impian untuk bisa merasakan pengalaman belajar di kota besar dengan fasilitas pendidikan yang lebih memadai.

Kini, impian tersebut menjadi kenyataan melalui program ADEM. Program dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah dalam mempercepat pemerataan kualitas pendidikan, khususnya bagi anak-anak di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) serta wilayah yang membutuhkan perhatian khusus.

Persila Koibur

“Sangat bersyukur sekali karena saya juga bisa dapat di posisi ini, dan juga saya yakin dan dalam 3 tahun untuk sekolah di pulau Jawa, saya harus berusaha agar bisa mencapai cita-cita agar dapat bisa membanggakan orang tua dan juga bagi warga kampung,” ujar Persila

Ia akan bersekolah di SMA Negeri 1 Pekalongan. Langkah Persila merantau jauh ke Kota Pekalongan didasari oleh satu tekad yang kuat, yaitu mewujudkan cita-citanya untuk menjadi seorang guru. Fasilitas yang layak di sekolah barunya diharapkan dapat menunjang impiannya membawa perubahan di dunia pendidikan.

“Pesan saya itu bahwa untuk keluarga itu adik-adik saya untuk juga harus berusaha belajar dengan sungguh-sungguh agar mereka juga bisa mendapat beasiswa seperti saya,” ucapnya

Selaku orang tua Moses Koibur, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah atas hadirnya Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM). Menurutnya, program tersebut membuka kesempatan bagi anak-anak dari daerah kepulauan untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik serta menjadi harapan bagi masa depan mereka.

“Kami sangat berterima kasih karena itu sudah membantu membiayai anak-anak kami. Jadi kami selaku orang tua sangat berterima kasih sekali tua dan kami berharap supaya anak-anak kami mereka juga harus punya apa tetap bertekun dalam menjalani tugas dan tanggung jawab mereka sebagai pelajar,” ucapnya

Sebelumnya, kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Biak Numfor, Kamaruddin, S.Pd., M.AP menyampaikan ada sepuluh siswa yang mengikuti program afirmasi ini. Para siswa tersebut akan menempuh pendidikan menengah yang tersebar di Provinsi Bali, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Saya berharap mereka di sana bisa benar-benar menyesuaikan diri.Jadi karena mereka akan berhadapan dengan masyarakat baru, lingkungan baru, teman-teman baru, guru-guru baru, budaya baru, bahkan mungkin iklimnya berbeda dengan yang ada di Biak,” ucap Kamaruddin.

Persila dan 10 siswa lainnya memiliki mimpi besar, bersekolah dan berhasil mencetak generasi Emas Papua yang siap lanjut kuliah dan kembali membangun daerah.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....