Camping Paskah Jadi Ruang Pembinaan Iman Anak dan Remaja
- 04 Apr 2026 18:01 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak -Seluruh umat Kristiani di dunia memperingati Jumat Agung sebagai momen mengenang pengorbanan Yesus Kristus yang wafat di kayu salib, serta merayakan kebangkitan-Nya pada Minggu Paskah. Pada tahun 2026, Jumat Agung jatuh pada 3 April, sementara perayaan Paskah dirayakan pada 5 April 2026. Paskah merupakan inti iman Kristen, yang memperingati kebangkitan Yesus Kristus pada hari ketiga setelah penyaliban. Peristiwa ini dimaknai sebagai kemenangan atas maut dan dosa, sekaligus menghadirkan harapan baru, penebusan, dan janji hidup kekal bagi umat percaya.
Salah satu rangkaian kegiatan yang turut mewarnai perayaan ini adalah Camping Paskah, yang tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga sarana pembinaan iman bagi anak-anak, remaja, hingga pemuda melalui berbagai kegiatan rohani yang sarat makna.
Di sudut halaman gereja, suasana berbeda tampak menghiasi perayaan tersebut. Tenda-tenda berdiri sederhana, menciptakan nuansa perkemahan yang hangat dan akrab. Meski tidak berada di alam terbuka yang luas, semangat peserta justru terasa semakin hidup. Kedekatan dengan gereja ini menghadirkan suasana penuh sukacita .Camping Paskah yang digelar menjadi agenda rutin setiap tahunnya.
Salah satu Gereja yang melaksanakan Kamping Paskah GKI Maranatha Biak Numfor .. Dengan memanfaatkan area yang terbatas, sebanyak 258 anak dan remaja dari lima rayon pelayanan tetap antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 1 hingga 4 April 2026. Peserta berasal dari berbagai jenjang usia, mulai dari anak TK hingga remaja Alkitab.
Beragam kegiatan rohani dan edukatif mengisi Camping Paskah. Mulai dari ibadah pujian, renungan firman Tuhan, doa bersama, hingga diskusi kelompok. Puncaknya adalah fajar Paskah, yang menjadi momen perenungan mendalam akan kebangkitan Kristus.
Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan pembinaan dalam berbagai aspek kehidupan. Materi yang diberikan meliputi pendalaman Alkitab, edukasi kesehatan, penyuluhan sosial, hingga pengembangan minat dan bakat seperti musik ukulele, menggambar, sastra, dan keterampilan daur ulang.
Ketua Panitia Camping Paskah, Isna Weyai, menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung tema “Kita Peduli Karena Tuhan Yesus Peduli” yang bertujuan menanamkan nilai kepedulian sejak dini.

“Kegiatan ini bertujuan membina anak supaya mempunyai hati yang peduli seperti Tuhan Yesus. Kami bagi menjadi tiga fokus utama, yaitu peduli pada diri sendiri, peduli pada sesama, dan peduli pada lingkungan,” ujarnya,
Implementasi nilai kepedulian tersebut diwujudkan melalui berbagai aksi nyata. Salah satunya adalah kegiatan sosial berupa pembagian makanan kepada masyarakat di sekitar area gereja. Selain itu, peserta juga diajak mengenal jenis sampah serta pentingnya menjaga lingkungan melalui kegiatan penghijauan dan pembibitan tanaman.
“Rencananya pada hari Sabtu, peserta akan melakukan kegiatan penghijauan, penanaman, dan pembibitan tanaman. Serta subtema lainnya yaitu peduli diri sendiri, kami ajarkan mereka menjaga kesehatan, membatasi waktu bermain gadget, dan menghargai diri sendiri sehingga tidak melakukan bullying kepada teman,” jelas Isna.
Dukungan berbagai pihak turut menjadi kunci suksesnya kegiatan ini. Panitia menyampaikan apresiasi atas bantuan tenda dari Brimob serta dukungan dari jemaat dan para dermawan.
Apresiasi juga datang dari Pemerintah daerah yang disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Biak Numfor, Jimmy Carter Rumbarar Kapisa, menilai Camping Paskah memiliki dampak positif dalam pembinaan generasi muda gereja.
“Kami telah melakukan kunjungan ke berbagai denominasi gereja yang melaksanakan Camping Paskah, termasuk kegiatan Sekolah Alkitab Liburan. Puji Tuhan, antusias masyarakat, khususnya anak-anak Sekolah Minggu, sangat luar biasa. Ini menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda gereja,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama Forkopimda memastikan seluruh rangkaian perayaan Paskah di Kabupaten Biak Numfor dapat berlangsung dengan aman dan lancar.
Di sisi lain, pengalaman berharga dirasakan langsung oleh para peserta. Jhon Swabra, salah satu peserta dari kelas Remaja Alkitab, mengaku mendapatkan banyak pelajaran selama mengikuti kegiatan tersebut.
“Dari kegiatan ini saya belajar bekerja sama saat mendirikan tenda dan membersihkan lingkungan. Kita juga diajarkan mandiri, seperti mencuci piring sendiri setelah makan,” ucapnya.

Ia menambahkan, “Kesan saya, kita harus menjadi lebih baik karena temanya ‘Kita Peduli Karena Yesus Peduli Sama Kita’. Sebab itu, kita sebagai anak-anak remaja harus melakukan apa yang dikehendaki Tuhan.”
Melalui Camping Paskah ini, nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan kemandirian tidak hanya diajarkan, tetapi juga dipraktikkan secara langsung. Diharapkan, pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh dapat menjadi bekal berharga bagi anak-anak dan remaja dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....