Kisah Abdul Rahman,dari Tukang Ojek Jadi Pemilik Swalayan di Biak

  • 12 Mar 2025 19:40 WIB
  •  Biak

KBRN, Biak: Suasana yang cukup riuh dengan pembeli yang berbelanja berbagai kebutuhan rumah tangga baik sembako hingga komoditi pangan seperti rica, tomat, bawang merah bawang putih hingga buah-buahan yang dijual di depan pintu masuk toko.

Setelah melewati pintu depan terdapat tumpukan beras yang disusun dari berbagai ukuran, sedangkan di sisi kiri terdapat empat kasir yang standby melayani pembeli yang membayar barang. Sedangkan areal lainnya di dalam toko, cukup padat barang yang digantung maupun yang ditata dengan rapih di rak-rak jualan, ataupun yang ada di keranjang,

Kadang kita harus menepi saat adanya barang-barang yang masuk dan diangkut buruh pikul dari pintu depan ke arah dalam ke gudang belakng toko,namun tidak mengganggu sama sekali bagaimana para pembeli fokus dengan barang-barang yang akan dibeli.

Sebagian besar para pembeli ini memiliki usaha seperti pemilik kios,atau pelaku UMKM lainnya, yang berbelanja mulai dari partai kecil hingga partai besar atau ala grosiran di toko itu.

Ya,, itulah di toko Jusma yang terletak di jalan Sisingamangara Biak .

Menjadi pemilik toko Jusma dan Jusma Mart tidak dibayangkan sebelumnya oleh H Abdul Rahman (50 tahun ) dan Hj Fatma ( 43 tahun) , pasangan suami istri yang merintis usaha dari 0 di tahun 2001 usai menikah di Biak

Dengan modal pas-pasan usai menikah, pasutri ini pun harus kos di rumah petak sederhana yang perbulannya Rp300 ribu. Mulai membuka lapak sederhana di pasar inpres Biak dengan menjual bumbu-bumbu dan komoditi seperti bawang merah-bawanng putih dan cabai,keduaya menikmati masa itu dan bertahan hidup.

"Saya sudah pernah menjadi kondektur, ojek, supir taxi,tapi saya selalu bersyukur dan terus berusaha,jadi ini semua tentu butuh proses,"ujar H.Abdul Rahman.

‘’Saya dan istri tetap semangat berusaha mulai dari usaha kecil-kecilan yang kami tabung dan mulai berkembang mencari konsumen, barang-barang kami jual sesusai kebutuhan masyarakat,dan Alhamdulillah kami mulai bisa membeli motor yang dapat digunakan transportasi kemana-mana,”ucapnya

Lapak sederhana yang dimliki kemudian berkembang dan mulailah membuka toko di areal jalan Sisingamangaja Biak dengan nama Jusma di tahun 2017 dengan menyedikan barang-barang dengan jumlah besar. Jusma diambil dari nama putri pertamanya,Jusmawati.

‘’Ada barang yang kami datangkan langsung dari luar Biak dan ada pula yang kami beli dari distributor di Biak saja,intinya kebutuhan sembako dan rumah tangga yang kami jual,”ucapnya

Menikah selama 24 tahun dan dikaruniai lima orang anak terdiri dari 2 putri dan 3 putra,menjadi motivasi bagi pasutri ini untuk terus memajukan usaha mereka dan hingga saat ini telah mempekerjakan hampir 100 orang yang didominasi putra daerah.

‘’Pekerja kami berasal dari berbagai daerah dan paling banyak kamu memberdayakan putra daerah,orang asli Biak,mereka bekerja ada yang lima tahun bahkan lebih. Saya prinsipnya adalah jujur,sehingga para pekerja ini dituntut diawal adalah kejujuran,”ucap H Abdul Rahman.

Usaha yang dirintis,kembali berkembang bahkan membuka Jusma Mart atau swalayan di tahun 2020 di daerah Yafdas Biak. Wargapun cukup terbantu mendapatkan berbagai barang kebutuhan rumah tangga yang dijual di swalayan tersebut.

"Kita suka berbelanja sembako atau jajan anak-anak di Jusma Mart dan ini dekat dari rumah sehingga tidak perlu harus ke kota,"ujar Ena,salah satu warga Yafdas

Ragam barang dijual untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Sementara di sisi lainnya,keluarga pemilik Jusma ini telah menerapkan tradisi tahunan yang dilakukan di bulan Ramadan yaitu berbuka puasa bersama.

Sejak awal membuka usaha Jusma hingga tahun ke tujuh tradisi bukber dengan membagikan setiap tamu berupa paket beras 10 kilogram.

"Alhamdulillah tahun ini sudah yang ketujuh kalinya,kami saling berbagi kepada warga muslim maupun non muslim dan dari awal hanya 100 karung maka ditahun ini mencapai 1200 karung beras (5 kilogram dan 10 kilogram),"ucap H Abdul Rahman.

Acara buka puasa bersama yang dilaksanakan di hari kesepuluh Ramadan itu bertempat di areal pasar Darfuar, turut dihadiri Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra.

Pribadi yang ulet bekerja dan disiplin namun rendah hati serta peduli pada sesama adalah sosok dari H.Abdul Rahman dan Hj Fatma dimata para karyawannya maupun yang mengenal pasutri ini.

"Bapak dan ibu sangat baik,kami selalu diperhatikan dan diminta bekerja dengan jujur dan displin sehingga kedepan bisa sukses,"ujar Siti.

Kisah sukses wirausahawan H Abdul Rahman dan istrinya, Hj Fatma tidak terlepas dari kegigihan mereka berdua membangun bisnisnya dapat menjadi inspirasi. Serta sosok mereka yang rajin bersedekah,berbagi dengan sesama, diyakini akan membawa manfaat yang baik pula dan berkah dalam kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....