Disperindag Biak Latih IKM OAP Olah Kopra Putih

  • 15 Sep 2025 14:54 WIB
  •  Biak

KBRN, Biak : Pemerintah Daerah Kabupaten Biak Numfor melalui Dinas Perindustrian dan perdagangan, menggelar Pelatihan Pengolahan Kopra Putih bagi Industri Kecil Menengah (IKM) khusus orang asli Papua bertempat di Kompleks Sentra Produksi Sabut Kelapa, Kampung Manswam Distrik Biak Kota. Senin,(15/9/2025)

Pelatihan yang berlangsung selama empat hari itu, terhitung mulai 15 hingga 18 September 2025 dibuka secara resmi Pelaksana Tugas (Plt) Asisten 1 Setda Biak Numfor, Fransisco Olla atas nama Bupati Markus Oktovianus Mansnembra, dihadiri Kepala Distrik Biak Kota, Pj Kepala Kampung Manswam dan sejumlah pejabatan eselon III dan IV serta 30 peserta pengusaha IKM perwakilan dari 19 Distrik tersebar di Kabupaten Biak Numfor.

“Kabupaten Biak Numfor memiliki potensi kelapa yang sangat besar dan telah lama dikenal sebagai daerah penghasil kopra di Papua,”ujar Asisten 1 Fransisco Olla atas nama Bupati Markus Oktovianus Mansnembra

Potensi ini dimanfaatkan secara maksimal oleh Disperindag melalui pengolaan kopra putih, upaya meningkatkan nilai tamba dari komoditas unggulan daerah, demi mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat khususnya pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) khusus orang asli Papua.

Dikatakan, pelatihan yang diselenggarakan ini sebagai bukti nyata dan komitmen pemerintah daerah, untuk memperdayakan para pelaku IKM, agar memiliki ketrampilan dan pengetahuan yang lebih baik, dalam mengolah hasil kelapa menjadi produk kopra putih yang berkualitas.

“Pelatihan ini sangat penting bagi pengusaha IKM, karena untuk meningkatkan kualitas dan harga jual produk, membuka akses pasar yang lebih luas, dengan pengolahan yang modern dan higenis IKM dapat bersaing dan meningkatkan pendapatan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru,” ujarnya

AS 1 yang pemegang tifa.

Sebelumnya Kepada Dinas Perindustrian dan perdagangan Kabupaten Biak Numfor Yubelius Usyor dalam sambutanya mengatakan pelatihan Pengolahan Kopra Putih ini tidak hanya sekedar serinonial semata, kemudian dilupakan, namun menjadi sarana untuk meningkatkan keterampilan yang dapat diaplikasikan secara nyata, sehingga menghasilkan perubahan positif yang berkelanjutan.

Diakui, potensi dan pasar tentang kopra sangat menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun jika tidak dimanfaatkan secara baik, justru potensi yang dimiliki ibarat sorga kecil yang jatu ke bumi tidak mendatangkan kebahagiaan bagi masyarakat.

“Potensi kelapa dan pasar sangat menjanjikan, tetapi kalu kita hanya menunggu, sama seperti berdoa tanpa bekerja ya sama saja tidak aka nada hasil, harus berkorban, baik waktu, tenaga, modal dan lain sebagainya, sehingga sorga yang jatu ke bumi ini benar – benar mendatangkan berkat dan kebahagiaan bagi masyarakat khususnya orang asli Papua,” pungkas Yubelius Usyor

Diharapkan pengusaha Industri Kecil Menengah (IKM) khusus orang asli Papua dapat mengikuti pelatihan dengan tekun, berani bertanya kepada para instruktur, sehingga mendapat tambahan ilmu agar sekembalinya di tempat tinggal mampu menghasilkan produk kopra putih yang berkualitas dengan demikian meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....