Diskop Biak Siap Salurkan Modal Bagi Pengusaha OAP
- 28 Jun 2025 16:41 WIB
- Biak
KBRN, Biak : Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Biak Numfor, dalam Tahun anggaran 2025 ini, siap menyalurkan bantuan modal awal bersumber dana otsus bagi pengusaha ayam petelur khusus Orang Asli Papua, untuk mengembangkan usaha ternak kedepan.
“Dinas koperasi sebagai dinas teknis yang mengurus soal bantuan, berkewajiban memberdayakan pengusaha,dan kami siap salurkan bantuan, dengan tetap menyesuaikan aturan yang berlaku,”ujar Kepala Bidan Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Biak Numfor, Marsi Warah, disela berlangsungnya rapat koordinasi dan dengar pendapat yang diselenggarakan Asosiasi pengusaha peternak ayam petelur di Hotel Nirmala Beach Biak.
Dikatakan, meskipun anggaran tahun 2025 yang dikucurkan pemerintah pusat, nominalnya tidak sebesar tahun – tahun sebelumnya, akibat refocusing anggaran, namun pihaknya tetap berupaya memaksimalkan anggaran tersebut untuk menjawab kebutuhan pengusaha ayam petelur husus OAP di Biak.
Menurut Marsi Warah, dengan adanya perhatian pemerintah terhadap peternak OAP, justru berdampak positif terhadap suasembada pangan dan surplus telur local dan daging ayam, mampu mencukupi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Biak Numfor.
Dinas Kopersi dalam menyalurkan bantuan modal awal bagi pengusaha OAP, tidak serta merta diberikan kepada pengusaha dengan sesuka hati atau hanya focus pada pengusaha ayam petelur semata, melainkan juga bagi pengusaha OAP lainnya, namun tetap menyesuaikan kondisi dan kemampuan keuangan.
“Pengusaha semua sama bisa mendapat bantuan dari kami dinas koperasi, baik dia pengusaha jual pinang, sayuran dan lainnya, namun pengusaha yang berbadan hukum tentu menjadi prioritas kami, seperti pengusaha ayam petelur dan lainnya,” ujarnya
Menyinggung data pengusaha OAP yang mendapat bantuan dana Kepala Bidan Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Biak Numfor, Marsi Warah mengatakan, untuk tahun 2024 sebanyak 1500 lebih pengusaha sedangkan tahun ini, sedang dalam proses pendataan.
Ia menegaskan, semakin banyak jumlah penerima bantuan modal awal usaha, semakin menurun pulah jumlah bantuan yang diterima, namun mekanisme penyaluran bantuan, tetap disesuaikan hasil monitoring di lapangan sehingga peruntukanya tepat sasaran bagi pengusaha yang benar – benar membutuhkan.
Diharapkan, dengan adanya bantuan modal awal bagi pengusaha ini, dapat digunakan dengan baik, untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetap produktif, Inovatif dan berdaya saing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....