Literasi Keuangan Masyarakat Indonesia Meningkat
- 12 Mei 2025 03:47 WIB
- Biak
KBRN, Biak : Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi keuangan masyarakat Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan pada tahun 2025.
Indeks literasi keuangan tercatat sebesar 66,46%, meningkat dibandingkan dengan 65,43% pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan perkembangan positif dalam pemahaman masyarakat terkait pengelolaan keuangan, yang berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan.
| Baca juga: Bupati Biak Pastikan Gaji Ke-13 Cair 22 Juni |
Peningkatan literasi keuangan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain tingginya tingkat literasi di kalangan lulusan perguruan tinggi dan profesi tertentu, seperti pegawai profesional, pensiunan, dan pengusaha. Selain itu, ada peningkatan yang cukup signifikan pada sektor perbankan yang mengalami kenaikan literasi sebesar 1,5%. Sektor-sektor lainnya, seperti pegadaian, lembaga pembiayaan, dan perasuransian, juga menunjukkan angka literasi yang terus berkembang, meskipun ada perbedaan tingkat pemahaman di setiap sektor.

Literasi Keuangan Masyarakat Meningkat (Foto : Antara)
Pada sektor perbankan, indeks literasi tercatat mencapai 65,50%, sementara untuk pegadaian berada di angka 54,74%. Sektor lembaga pembiayaan tercatat pada 46,66%, perasuransian di angka 45,45%, dan pinjaman daring masih berada pada tingkat 24,90%. Angka-angka ini menggambarkan seberapa familiar masyarakat dengan berbagai sektor keuangan, di mana sektor perbankan tetap mendominasi dalam hal pemahaman keuangan masyarakat.
Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, menyatakan bahwa pada tahun 2025, indeks literasi keuangan meningkat dari 64,43% pada tahun sebelumnya. "OJK terus berkomitmen untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan," ujar Friderica.
Dalam rangka meningkatkan literasi keuangan, OJK juga melakukan beberapa langkah strategis, antara lain mengadakan kampanye bulanan dengan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), membina pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terkait keuangan, serta melakukan edukasi keuangan keliling dengan menggunakan Si Mobil Literasi Keuangan (SiMOLEK). Upaya ini diharapkan dapat semakin memperluas pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang lebih bijak dan cerdas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....