Bau Nyale Tradisi Unik Di Lombok Tengah
- 28 Nov 2025 15:49 WIB
- Biak
KBRN, Biak : Bau Nyale adalah tradisi unik yang diadakan setiap tahun di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Festival ini merupakan perayaan untuk menghormati Putri Mandalika, seorang putri cantik yang konon berubah menjadi cacing laut (nyale) setelah melompat ke laut untuk menghindari pernikahan dengan beberapa pangeran.
Putri Mandalika adalah seorang putri yang sangat cantik dan bijaksana. Kecantikannya membuat banyak pangeran ingin menikahinya, namun ia tidak ingin memilih salah satu dan menyebabkan perang antara kerajaan. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk melompat ke laut dan berubah menjadi nyale.
Setiap tahun, masyarakat Lombok Tengah mengadakan festival Bau Nyale untuk menghormati Putri Mandalika. Mereka menangkap nyale di pantai dan menganggapnya sebagai simbol keberuntungan dan kesuburan. Festival ini juga diiringi dengan pertunjukan musik, tarian, dan teater tradisional.
Kegiatan di Festival Bau Nyale
- Menangkap Nyale: Masyarakat menangkap nyale di pantai dengan menggunakan jaring atau tangan.
- Pertunjukan Musik: Pertunjukan musik tradisional Sasak, seperti Cilokak dan Gendang Beleq.
- Tarian Tradisional: Tarian tradisional Sasak, seperti Betandak dan Wayang Kulit.
- Teater Kolosal: Pementasan teater kolosal yang menceritakan legenda Putri Mandalika.
Festival Bau Nyale diadakan di Pantai Seger, Kuta, Lombok Tengah, biasanya pada bulan Februari atau Maret. Waktu pastinya tergantung pada kalender Sasak
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....