18 November 1978: Aksi Bunuh Diri Massal Guyana

  • 18 Nov 2025 12:32 WIB
  •  Biak

KBRN, Biak : Tragedi mengerikan di tempat beribadatan telah menjadi saksi kematian para jemaat yang meninggal setelah mengonsumsi minuman manis yang dicampur dengan racun berbahaya. Melalui kajian Jonestown di gereja People’s Temple, menjadi tempat terjadinya bunuh diri massal terbesar dengan total 914 jenazah pada 18 November 1978.

Lokasi tragedi ini ditemukan di Guyana, Amerika Selatan, yang sebagian besar korban tewas dari pengikutnya, di mana sedikitnya 276 merupakan anak-anak menjadi korban. Selain itu, pemimpinnya, Jim Jones, dikabarkan terdapat luka tembak di pelipis kanan yang diduga bunuh diri, dilansir dari BBC, Selasa (18/11/2025).

Motif dibalik kematian mereka dikarenakan minuman yang dicampur oleh sianida dan obat penenang, yang mana tidak dapat ditolak karena banyak dari mereka yang telah patuh kepadanya, sehingga mengikuti setiap perintah dan mudahnya memanipulasi psikologis yang dibungkus sebagai ajaran religius. Namun, terdapat keterkaitan kematian ini dengan pembunuhan sebelumnya di landasan udara terdekat terhadap lima orang, termasuk anggota kongres AS yaitu Leo Ryan. Ia datang ke Guyana untuk mencari fakta ke permukiman sekitar gereja tersebut terkait laporan pelanggaran hak asasi manusia di komunitas sekte itu.

Delegasi Leo Ryan yang tiba pada 14 November menghabiskan waktu selama tiga hari mewawancarai para pengikut Jones. Kunjungan mereka berakhir mencekam ketika adanya upaya pembunuhan terhadap Ryan, dan membawa sekitar 20 anggota jemaat yang mencoba melarikan diri. Saat mereka bersiap lepas landas, sebuah truk yang berisi kelompok bersenjata itu penuh dengan pengawal Jim Jones yang langsung melepaskan tembakan. Lima orang menjadi korban jiwa dalam serangan itu, antara lain Leo Ryan, seorang reporter dan juru kamera dari NBC, seorang fotografer surat kabar, serta seorang mantan anggota People’s Temple.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....