Harvard University Nobatkan Indonesia Negara Paling Sejahtera Sedunia
- 10 Nov 2025 15:24 WIB
- Biak
KBRN, Biak : Indonesia adalah negara paling sejahtera menurut Global Flourishing Study (GFS) yang dirilis pada Mei 2025. Studi ini merupakan kolaborasi Harvard University, Baylor University, dan lembaga survei Gallup. Terkait hal ini, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH), Banten, M. Ishom el Saha mengungkap contoh nyata kesejahteraan warga Indonesia di lapangan.
Ishom menjelaskan bahwa GFS tidak hanya menilai aspek emosional atau kepuasan hidup, tapi juga dimensi-dimensi lain. Dari makna hidup, kualitas hubungan sosial, karakter moral, kesehatan fisik, hingga stabilitas ekonomi rumah tangga. Pendekatan multidimensional ini menjadikan hasilnya lebih komprehensif. Dia pun mengungkap rahasia di balik tercapainya predikat negara paling sejahtera yang kini disandang Indonesia.
"Rahasia masyarakat Indonesia paling bahagia sedunia ialah mereka menonjol dalam hal solidaritas sosial, rasa syukur, serta kemampuan menjaga keseimbangan antara kehidupan spiritual dan ekonomi," kata Ishom mengutip laman Kementerian Agama (Kemenag) pada Minggu, 9 November 2025. Demikian mengutip laman liputan.com.
"Nilai-nilai seperti gotong royong dan keakraban komunitas dinilai menjadi pilar utama yang menopang kebahagiaan warga,” tambahnya.
Kondisi tersebut kontras dengan sebagian perempuan buruh pabrik di kawasan industri Cilegon. Meski memiliki pendapatan lebih stabil, banyak di antara mereka menghadapi tekanan kerja tinggi, waktu bersama keluarga yang terbatas, serta kelelahan fisik yang berpengaruh pada keharmonisan rumah tangga.
"Studi kecil ini menunjukkan, keseimbangan waktu dan dukungan sosial memiliki peran penting dalam menentukan tingkat kebahagiaan, bahkan lebih besar dari faktor penghasilan," katanya.
Contoh seperti itu mencerminkan pola umum kebahagiaan di Indonesia. Keterikatan sosial dan makna dalam pekerjaan, betapapun sederhana, memberikan kepuasan hidup yang jauh lebih dalam dibandingkan semata-mata pendapatan tinggi. Hal ini sejalan dengan temuan bahwa masyarakat dengan ikatan komunitas kuat cenderung memiliki tingkat stres lebih rendah dan kualitas hidup lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....