Pada 2 November 1984, Wanita Pertama Dieksekusi Suntikan

  • 02 Nov 2025 08:05 WIB
  •  Biak

KBRN, Biak : suasana di penjara wanita Carolina Utara, Amerika Serikat, terasa tenang dan sunyi, dengan Margie Velma Barfield berusia 54 tahun di ruang eksekusi.Barfield dinyatakan bersalah setelah melakukan pembunuhan hingga ke orang terdekat lainnya. Di balik sosoknya yang tenang dan religius, ia membunuh orang-orang yang seharusnya dicintai dan dilindungi. Dimulai dari tunangan, ibunya, bahkan dua lansia yang ia rawat menjadi korbannya, dilansir dari The New York Times, Minggu (2/11/2025). Ia menatap ke arah saksi sebelum menerima suntikan yang telah dirancang untuk menghentikan jantung dan pernapasannya pada 2 November 1984.

Stuart Taylor, tunangannya, dibunuh dengan memasukkan racun ke dalam bir hingga meninggal dengan tenang tanpa ada penderitaan, dan perbuatannya terhadap Taylor ini menarik Velma menuju eksekusi mati. Menurut The Washington Post, Barfield dihukum pada tahun 1978 karena menggunakan racun semut dan kecoa untuk membunuh tunangannya. Sehingga ia harus mendapatkan hukuman yang sesuai dengan tindakannya. Demikian mengutip laman liputan.com.

Menjelang eksekusi, Barfield tetap tenang, ia menghabiskan waktu terakhirnya bersama keluarga dan sahabat dekat. Tepat sebelum diberikan suntikan mematikan, Barfield menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak yang telah ia sakiti dan berterima kasih kepada semua orang yang mendukungnya selama enam tahun terakhir.

Bahkan sebelum dirinya masuk ke ruang eksekusi, Barfield menyebut kematiannya akan menjadi gerbang menuju surga. Tidak hanya itu, ia bahkan menolak tawaran petugas penjara untuk memilih hidangan terakhir yang disiapkan secara khusus, dan hanya meminta Coca-Cola serta Cheez Doodles sebagai pengganti. Tepat pukul 02.15, suntikan mematikan diberikan, ia disaksikan oleh 16 orang termasuk jurnalis yang hadir di ruang eksekusi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....