Jepang Resmi Menyerah Tanpa Syarat 2 September 1945
- 03 Sep 2025 05:26 WIB
- Biak
KBRN, Biak : 2 September 1945, Perang Dunia II resmi berakhir setelah jepang menandatangani dokumen penyerahan tanpa syarat di atas kapal perang Amerika Serikat, USS Missouri, yang berlabuh di Teluk Tokyo. Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh 50 jenderal Sekutu dan sejumlah pejabat tinggi.
Tak lama setelah dokumen diteken, sebanyak 42 kapal perang AS memasuki Teluk Tokyo, membawa 13.000 tentara Amerika untuk mendarat, dilansir dari BBC, Selasa (2/9/2025). Panglima Tertinggi Sekutu, Jenderal Douglas MacArthur, memberikan pidato singkat di hadapan para perwakilan Jepang.
"Harapan tulus saya, dan juga harapan seluruh umat manusia, adalah dari peristiwa khidmat ini lahir dunia yang lebih baik, dunia yang dibangun di atas iman dan pengertian, dunia yang mengutamakan martabat manusia serta mewujudkan cita-cita kebebasan, toleransi, dan keadilan," ujarnya.
MacArthur juga menyinggung dampak bom atom di Hirosima dan Nagasaki yang disebut telah “mengubah konsep tradisional peperangan.” Menurutnya, dunia kini menghadapi kesempatan terakhir untuk menciptakan sistem yang lebih adil, atau akan menghadapi kehancuran.
Latar Belakang Menyerahnya Jepang
Sebelumnya, Jepang sempat menikmati kemenangan besar sejak menyerang Pearl Harbor pada Desember 1941, diikuti pendudukan Hong Kong, Burma, Filipina, Malaya, hingga Borneo. Namun, sejak 1943, kekalahan di Midway dan Guadalcanal melemahkan kekuatan mereka.
Pada Maret 1945, Tokyo luluh lantak akibat serangan udara AS yang menewaskan puluhan ribu orang. Puncaknya, dua bom atom dijatuhkan di Hiroshima (6 Agustus) dan Nagasaki (9 Agustus), disusul deklarasi perang dari Uni Soviet pada 8 Agustus. Jepang akhirnya tak punya pilihan selain menyerah.
Meski menawarkan diri untuk menanggung kesalahan atas kejahatan perang Jepang, Kaisar Hirohito tidak pernah diadili. Sebaliknya, AS memanfaatkannya untuk mendukung reformasi demokratis yang mengubah wajah politik Jepang. Jepang baru mendapatkan kembali kedaulatannya pada 1952, meski pulau Okinawa tetap berada di bawah kendali AS hingga 1972. Hingga kini, pangkalan militer Amerika masih berdiri di wilayah tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....