14 Maret 2025, Langit Malam Dihiasi Fenomena Worm Blood Moon
- 13 Mar 2025 19:28 WIB
- Biak
KBRN, Biak : Pada akhir pekan ini, tepatnya Jumat, 14 Maret 2025, langit malam akan dihiasi oleh fenomena Worm Blood Moon. Bulan Purnama Worm Moon akan mencapai puncaknya pada pukul 02.56 EST (13.56 WIB) dan kemudian muncul serta bersinar di langit timur pada malam hari.
Worm Moon merupakan sebutan tradisional untuk bulan purnama yang muncul di bulan Maret. Nama ini diambil dari cerita rakyat penduduk asli Amerika dan Eropa. Worm Moon melambangkan periode ketika cacing tanah mulai keluar dari tanah yang mencair, menandai akhir musim dingin dan awal musim semi. Fenomena ini memiliki makna penting bagi para petani karena menunjukkan waktu yang ideal untuk memulai musim tanam baru.
Dilansir dari Kompas.com, Gerhana Bulan Total terjadi ketika Bulan, Matahari, dan Bumi berada dalam satu garis lurus. Kondisi ini menyebabkan Bulan berada di dalam bayangan gelap (umbra) Bumi. Akibatnya, pada puncak gerhana, Bulan tampak berwarna merah. Gerhana bulan total dapat diamati dengan aman tanpa alat bantu. Selama kondisi cuaca mendukung, prosesnya akan terlihat jelas dengan mata langsung.Fenomena Bulan Purnama Maret atau yang dikenal sebagai Worm Blood Moon akan menghiasi langit malam akhir pekan ini.
Keistimewaan Gerhana Bulan Total kali ini terletak pada waktunya yang bertepatan dengan bulan Ramadan, sehingga menjadi peristiwa astronomi yang menarik perhatian umat Islam di seluruh dunia. Dalam sejarah, gerhana bulan sering kali dihubungkan dengan berbagai kejadian religius dan menjadi waktu untuk merenung bagi banyak orang.
Dalam Ajaran Islam, gerhana bulan dikenal dengan istilah ‘Khusuf’ dan biasanya dijadikan kesempatan untuk melaksanakan shalat gerhana atau shalat Khusuf. Meskipun Indonesia tidak dapat melihat gerhana ini secara langsung, banyak umat Muslim di berbagai belahan dunia lainnya dapat menyaksikan fenomena ini sambil menjalankan ibadah puasa Ramadan. Walaupun fenomena ini memiliki arti religius bagi beberapa orang, secara ilmiah, ini merupakan peluang berharga bagi astronom dan pengamat langit untuk mendalami interaksi antara cahaya dan atmosfer yang menghasilkan warna kemerahan khas saat gerhana bulan total.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....