Fenomena Mokel : Istilah Buka Puasa Sebelum Waktunya
- 12 Mar 2025 10:10 WIB
- Biak
KBRN, Biak : Istilah kata mokel sudah tercatat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Dikutip dari KBBI VI Daring, mokel artinya makan atau minum sebelum waktu berbuka puasa, biasanya dilakukan secara diam-diam
Istilah mokel sudah menjadi fenomena baru saat ini yang mewarnai kehidupan warga atau masyarakat di Indonesia. Nah, yang sangat mengherankan, dan tentunya juga memprihatinkan, sudah cukup banyak orang-orang muslim yang dengan bangganya membagikan momen di media sosial ketika mereka mokel. Saat ini, sudah banyak istilah-istilah baru yang muncul dalam kehidupan kita, salah satunya yaitu mokel. Mokel diambil dari istilah populer di tanah Jawa, yang berarti berbuka puasa sebelum waktunya.
Sehingga, seolah rasa malu telah luntur bahkan hilang pada diri mereka, di mana hal ini membuat mereka justru bangga mempertontonkan kekonyolannya dalam menyalahi aturan kewajiban berpuasa ramadhan bagi seorang muslim. Layaknya dalam sebuah kehidupan, jika orang secara sengaja melakukan kesalahan pasti akan ada konsekuensi yang dia dapat, begitu juga bagi orang yang mokel, di mana mereka akan mendapatkan ancaman dan hukuman dari tindakan tidak terpujinya tersebut.
Disisi lain, ada 6 (enam) golongan orang yang diperbolehkan mokel di bulan Ramadhan, seperti yang disampaikan oleh Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani dalam Kasyifatus Saja. Golongan yang dimaksud yaitu musafir (orang yang berpergian dalam jarak yang diperbolehkan untuk qashar shalat), orang tua yang tak berdaya, orang sakit, wanita hamil, orang yang tercekik haus dan lapar yang tidak terperikan, dan wanita menyusui. Sehingga, di luar ke 6 golongan tersebut, sangat dilarang hukumannya untuk nekat mokel saat puasa ramadhan.
Penting untuk diingat bahwa dalam ajaran Islam, puasa bukan hanya tentang menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga merupakan sarana untuk meningkatkan ketakwaan dan pengendalian diri. Oleh karena itu, alih-alih terjebak dalam perdebatan tentang mokel, lebih baik fokus pada upaya untuk memperkuat niat, meningkatkan pemahaman spiritual, dan saling mendukung dalam menjalankan ibadah puasa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....