Jam Kiamat (Doomsday Clock) Menandakan Ancaman Bumi Pada Potensi Kehancuran
- 17 Jan 2025 11:05 WIB
- Biak
KBRN, Biak : Bulletin of Atomic Scientist (BAS) merilis data terbaru terkait Jam Kiamat atau Doomsday Clock 2024. Hasilnya dijelaskan bila Bumi punya waktu 90 detik menuju tengah malam, apa maknanya?
Para saintis menyetel 'Jam Kiamat' (Doomsday Clock) 90 detik menuju tengah malam, sama seperti tahun lalu, yang menandakan ancaman dekatnya Bumi pada potensi kehancuran. Jam Kiamat ini sendiri merupakan alat simbolis untuk mengukur seberapa dekat Bumi pada kehancuran imbas berbagai faktor, termasuk perubahan iklim dan perang nuklir. Dilansir laman cnbc.com.
Ukuran mendekati kehancuran adalah jam tengah malam (00.00). Makin mendekati tengah malam, ancaman terhadap kehancuran makin tinggi. Para ilmuwan yang tergabung di Bulletin of the Atomic Scientist (BAS) mengumumkan bahwa 'jam kiamat' akan diatur 90 detik menjelang tengah malam. Jam kiamat diperkenalkan pada akhir tahun 1940-an. Jam tersebut merupakan simbol yang mencerminkan keadaan dunia. Ilmuwan juga menjadikannya sebagai pengingat waktu manusia punah. Jam tersebut terus bergerak maju secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir.
"Jangan salah sangka. Mengatur jam kiamat 90 detik tidak mengindikasikan bahwa Bumi stabil. Justru kebalikannya," kata CEO BAS Rachel Bronson, dikutip dari IFL Science, Pengumuman tahun ini tak mengejutkan. Kurangnya komitmen negara-negara di dunia untuk mengatasi krisis Bumi menyebabkan 2023 tercatat memiliki suhu paling panas sepanjang sejarah.
Dekatnya jarum jam dengan tengah malam ditentukan dengan beberapa alasan. Beberapa di antaranya seperti perang dan ancaman aksi nuklir. Selain itu juga karena perubahan iklim dan risiko kecerdasan buatan.
"Sangat penting bagi pemerintah dan komunitas di seluruh dunia untuk bertindak. Bulletin punya harapan tinggi melihat banyak generasi muda yang memimpin gerakan ini. Setiap tahun pada tanggal 23 Januari pejabat terkait akan mengumumkan seberapa dekat dengan tengah malam. Jika jam kian mendekat dengan tengah malam, maka makin dekat dengan kehancuran Bumi.
Doomsday Clock juga pernah berjarak lebih jauh pada 1991 yakni 17 menit. Tahun tersebut adalah saat perang dingin berakhir. Sementara sejak 2020, jam telah berhenti di angka 100 detik sebelum tengah malam. BAS menyebutkan keputusannya karena kondisi iklim, disinformasi berbasis dunia maya, dan risiko nuklir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....