Fakta Menarik Seputar Wayang Indonesia
- 06 Nov 2024 16:30 WIB
- Biak
KBRN, Biak: Mungkin sebagian orang mengenal wayang kulit sebagai pertunjukan kesenian khas pulau Jawa yang di gelar sewaktu malam hari hingga dini hari. Pertunjukan kesenian ini sudah berusia berabad-abad dan masih mendapatkan ruang di hati masyarakat jawa pada khususnya. Hal tersebut dapat dilihat dari gejolak antusiasme masyarakat jawa yang menguri-nguri budaya sendiri sebagai wujud kesatuan kebudayaan jawa yang terpadu. Secara tidak langsung wayang kulit telah menjadi bagian hidup dari masyarakat jawa.
Wayang sendiri sudah diakui oleh UNESCO sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity sejak 2003 silam. Penetapan tersebut dilakukan tepat pada tanggal 7 November 2003. Lima tahun setelahnya, wayang masuk ke dalam kategori Warisan Budaya Tak Benda UNESCO di kategori Representative List of Intangible Cultural Heritage of Humanity dengan judul The Wayang Puppet Theater.
Dilansir oleh Asia Society, wayang kulit adalah sebuah seni bercerita khas dari Indonesia yang dipertontonkan melalui permainan bayangan. Pementasan wayang kulit ini diiringi oleh musik gamelan yang dimainkan oleh 20 hingga 40 musisi, sinden sebagai penyanyi pengiring orkestra gamelan, dan dalang sebagai yang memainkan dan mengarahkan wayang kulit. Walaupun ceritanya mengangkat mitologi kuno dan folklore, seringkali divariasi untuk menyesuaikan perkembangan zaman.
Dirilis resmi di kanal Ki Purbo Asmoro, beliau merupakan pelestari wayang legendaris Indonesia menyatakan bahwa sejarah wayang kulit akan sedikit berbeda sedikit tergantung sumber yang dikaji. Buku-buku barat menerangkan bahwa keberadaan wayang kulit terdokumentasi pertama kalinya pada abad ke-11. Wayang kulit memiliki sejarah panjang. Catatan tertua mengenai wayang kulit terdapat dalam Prasasti Kuti bertarikh 840 M dari Joho, Sidoarjo, Jawa Timur.
Tak hanya di Indonesia, seni pertunjukan wayang kulit sudah dikenal di berbagai negara. Terbaru adalah pertunjukan wayang kulit “Tunggu Tunggorono” yang sukses memukau penonton di Berkley, Amerika Serikat pada 2022 kemarin. Pertunjukan wayang kulit tersebut diiringi Gamelan Sari Laras, Heni Savitri, dan Darsono Hadiraharjo.
Seni pertunjukan wayang banyak ditemukan di Pulau Jawa, seperti Yogyakarta, Solo, Serang, Surabaya, Malang, dan Banyuwangi. Biasanya, pertunjukan wayang digunakan sebagai hiburan dalam rangka upacara budaya, pernikahan, maupun festival yang bisa disaksikan secara oleh masyarakat umum. Namun, tidak menutup kemungkinan penampilan wayang kulit ditemukan di Pulau Bali maupun Kalimantan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....