Mengenal Bahasa Isyarat Untuk Komunikasi

  • 16 Okt 2024 16:38 WIB
  •  Biak

KBRN, Biak: Bahasa isyarat adalah gerakan tangan yang dilakukan untuk berkomunikasi. Biasanya gerakan tangan ini digunakan untuk orang yang berkebutuhan khusus. Biasanya digunakan oleh penyandang tuli.

Bahasa isyarat bukan hanya sebagai bahasa bagi komunitas tunarungu atau komunitas tunawicara. Lebih dari itu, bahasa isyarat menjadi bentuk dukungan linguistik dalam mengungkapkan perasaanya.

Setiap gerakan bibir dan bahasa tubuh menyimpan pesan untuk berbicara tanpa adanya perbedaan sesama manusia. Sebab, setiap ekspresi wajah, pandangan mata serta gerak tubuh mempunyai interpretasi yang sama.

Dengan adanya bahasa isyarat, maka komunitas tunarungu maupun tunawicara bisa mengekspresikan diri, berinteraksi dengan orang lain, dan mendapatkan akses informasi yang sama seperti orang lain. Sebenarnya, bahasa isyarat dipahami secara berbeda-beda. Tiap negara pun punya bahasa isyaratnya sendiri dan belum ada bahasa isyarat internasional yang sukses diterapkan.

Ada aturan untuk kalimat yang terbentuk dengan baik dalam bahasa isyarat. Misalnya, bahasa isyarat menggunakan ruang di depan penanda untuk menunjukkan siapa melakukan apa kepada siapa dengan menunjuk.

Namun, beberapa kata kerja menunjuk ke subjek dan objek dari kata kerja, beberapa hanya menunjuk ke objek, dan beberapa tidak menunjuk sama sekali.

Di Indonesia terdapat dua jenis bahasa isyarat yang digunakan oleh teman-teman tuna rungu (tuli) dan tuna wicara (bisu). Bahasa isyarat tersebut adalah Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI). Bagi orang yang awam, keduanya memang nampak sama. Namun, baik BISINDO maupun SIBI ternyata memiliki pengertian yang berbeda.

Melansir dari American Sign Language, SIBI dikembangkan menjadi bahasa isyarat untuk komunitas tunarungu dan pengantar bahasa di Kurikulum Sekolah Luar Biasa. SIBI berisikan gambaran tata bahasa lisan Indonesia ke dalam ke dalam gerakan isyarat buatan tertentu.

Selanjutnya ada Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) yang dibentuk oleh komunitas tunarungu. Bisindo lahir dari hasil pengamatan yang komunitas tunarungu secara alami tanpa adanya rujukan. Sehingga, Bisindo mempunyai pilihan bahasa yang beragam di setiap daerah di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....