Kain Kulit Kayu, Kekayaan Budaya Nusantara dari Sulawesi Tengah

  • 22 Agt 2026 14:51 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Kain kulit kayu merupakan salah satu warisan budaya Nusantara yang telah melewati perjalanan panjang dalam sejarah masyarakat Sulawesi Tengah. Dilansir dari indonesiakaya.com, keberadaannya bahkan diperkirakan telah dikenal sejak zaman prasejarah. Hal tersebut diperkuat dengan ditemukannya alat pemukul kulit kayu atau yang dikenal sebagai batu ike di sejumlah situs arkeologi di Kabupaten Poso dan Donggala. Hingga kini, tradisi pembuatan kain kulit kayu terus dijaga sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Tradisi membuat kain kulit kayu umumnya dilakukan oleh kaum perempuan, terutama setelah masa tanam padi hingga menunggu musim panen. Proses pembuatannya masih mempertahankan cara-cara tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Tidak semua jenis pohon dapat diolah menjadi kain. Bahan utama biasanya berasal dari tangkai pohon nunu atau pohon beringin serta pohon ivo dengan panjang sekitar 110 hingga 130 sentimeter. Dari batang tersebut, serat kulit dipisahkan secara perlahan untuk mendapatkan bahan yang nantinya diolah menjadi lembaran kain.

Setelah kulit kayu diperoleh, proses pengolahan dilanjutkan dengan memasak dan melakukan fermentasi. Kulit kemudian dipukul secara berulang menggunakan batu ike hingga seratnya menjadi lebih halus, melebar, dan menyatu membentuk lembaran menyerupai tekstil. Proses pewarnaan pun dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan alami. Perendaman dalam lumpur dapat menghasilkan warna cokelat, sementara bunga dan berbagai jenis tumbuhan digunakan untuk menghasilkan warna-warna lainnya.

Kain kulit kayu tidak hanya memiliki nilai fungsional, tetapi juga menyimpan nilai budaya yang kuat. Dalam kehidupan masyarakat, kain ini dapat diolah menjadi pakaian tradisional yang dikenakan dalam berbagai upacara adat maupun digunakan sebagai pakaian sehari-hari. Keberadaan kain tersebut menjadi bukti bagaimana masyarakat di Sulawesi Tengah mampu memanfaatkan sumber daya alam di sekitarnya sekaligus mempertahankan pengetahuan tradisional yang diwariskan oleh para leluhur.

Keunikan lainnya terlihat pada ragam motif yang menghiasi kain kulit kayu, seperti tanduk, tumpal, bunga, hingga belah ketupat. Setiap motif tidak sekadar menjadi hiasan, tetapi memiliki makna yang berkaitan dengan nilai kehidupan masyarakat, mulai dari keberanian, kebangsawanan, keramahtamahan, hingga persatuan. Di tengah perkembangan zaman, kain kulit kayu menjadi salah satu pengingat bahwa kekayaan budaya Indonesia lahir dari tradisi yang tumbuh dan dirawat oleh masyarakat di berbagai penjuru Nusantara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....