Permainan Tradisional Nusantara Susumpitan Melatih Fokus dan Ketangkasan

  • 26 Jun 2026 18:04 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Sejak dahulu, masyarakat Sunda dikenal sebagai masyarakat agraris yang kehidupannya sangat erat dengan dunia pertanian. Kedekatan dengan alam tidak hanya menghasilkan beragam varietas padi unggulan, tetapi juga melahirkan berbagai tradisi dan permainan rakyat yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satunya adalah susumpitan, permainan tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Sunda.

Mengutip indonesiakaya.com, dalam bahasa Sunda, susumpitan berarti memainkan sumpit. Tradisi menggunakan sumpit sebenarnya juga dikenal oleh sejumlah suku lain di Indonesia, seperti masyarakat Dayak dan Papua. Meski memiliki fungsi yang serupa, setiap daerah memiliki bentuk dan karakteristik sumpit yang berbeda sesuai dengan budaya masing-masing.

Sumpit khas Sunda umumnya dibuat dari rotan berdiameter kecil dengan panjang sekitar satu hingga dua meter. Kedua ujungnya diberi perekat agar tidak mudah retak, sedangkan anak sumpit dibuat dari bambu yang diraut pipih dan tajam di bagian ujung. Pada bagian pangkalnya dipasang kapas atau busa sehingga anak sumpit dapat meluncur lebih stabil saat ditiup.

Awalnya, sumpit dimanfaatkan masyarakat Sunda sebagai alat berburu. Namun, seiring perkembangan zaman, fungsinya berubah menjadi permainan tradisional yang menguji ketepatan dan konsentrasi. Dalam permainan susumpitan, peserta harus meniup anak sumpit hingga mengenai sasaran berupa buah pepaya yang digantung dari jarak sekitar lima meter. Meski terlihat sederhana, permainan ini membutuhkan ketenangan, fokus, dan keterampilan.

Kini, keberadaan susumpitan semakin jarang dijumpai di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan hiburan modern. Untuk menjaga tradisi tersebut tetap hidup, berbagai komunitas budaya terus menggelar lomba permainan tradisional. Salah satunya dilakukan di Kampung Budaya Sindang Barang yang rutin memasukkan susumpitan sebagai salah satu cabang perlombaan dalam setiap perhelatan adat, sehingga warisan budaya Sunda ini tetap dikenal oleh generasi muda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....