Tradisi Nusantara: Perujak, Cara Tradisional Merawat Gigi ala Sumbawa

  • 22 Mei 2026 15:37 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Di berbagai daerah di Indonesia, tradisi turun-temurun masih terus dijaga sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat. Salah satunya adalah tradisi Perujak yang berasal dari pedalaman Sumbawa. Dikutip dari indonesiakaya.com, tradisi ini dikenal sebagai kebiasaan masyarakat, khususnya kaum perempuan, yang dipercaya dapat membantu menguatkan gigi.

Secara sederhana, Perujak merupakan kegiatan mencampurkan beberapa bahan alami, yakni buah pinang, kapur, dan gambir. Ketiga bahan tersebut dimasukkan ke dalam wadah, lalu ditumbuk hingga teksturnya menjadi lebih lunak sebelum akhirnya dikunyah. Tradisi ini telah dilakukan secara turun-temurun dan masih dikenal oleh sebagian masyarakat hingga sekarang.

Dalam praktiknya, bahan yang telah tercampur biasanya dikunyah selama sekitar 10 hingga 15 menit. Masyarakat setempat meyakini kebiasaan ini dapat membantu menjaga kekuatan gigi. Selain menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari, Perujak juga dianggap sebagai salah satu warisan budaya yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat Sumbawa.

Tradisi Perujak umumnya dilakukan setelah makan. Orang yang menjalankan kebiasaan ini disebut sebagai pajula. Bagi masyarakat setempat, kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas, tetapi juga bagian dari tradisi yang sudah melekat dalam kehidupan sosial masyarakat pedalaman Sumbawa.

Setelah selesai melakukan Perujak, para pajula biasanya melanjutkan dengan proses yang disebut penusut, yakni membersihkan sisa perujak menggunakan daun sirih. Tradisi ini menjadi salah satu contoh kekayaan budaya Nusantara yang masih bertahan hingga kini dan menunjukkan bagaimana masyarakat Indonesia memanfaatkan bahan alami dalam kehidupan sehari-hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....