Festival Songkran, Tradisi Unik Perayaan Tahun Baru di Thailand

  • 13 Apr 2026 13:22 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak- Setiap bulan April, Thailand memiliki agenda festival yang paling ditunggu sepanjang tahun, Festival Songkran. Tidak hanya warga lokal, pelancong dari seluruh dunia pun menantikan Festival Songkran. Festival Songkran merupakan perayaan tahun baru di Thailand yang menjadi libur nasional. Salah satu daya tarik festival ini adalah semua orang bebas menyiramkan air pada orang lain.

Tahun baru tradisional , Selain di 1 Januari, Thailand juga merayakan tahun baru yang didasarkan pada kalender tradisional. Penggunaan tahun baru di 1 Januari baru digunakan di Thailand sejak tahun 1888. Sebelumnya tahun baru dirayakan pada tanggal 13-14 April. Ini libur nasional yang memungkinkan seluruh warga Thailand pulang kampung. Karena kemudian menarik banyak turis asing, sejak 2018 festival ini diperpanjang dari tanggal 9-16 April. Tiap daerah dan kota memiliki beragam agenda budaya tambahannya juga.

Tradisi Budhha

Kata Songkran diambil dari bahasa Sansekerta, sankranti yang artinya bergerak. Ini menggambarkan pergerakan posisi matahari dari satu tempat ke tempat yang lain. Dalam kalender Thailand, pergerakan matahari ini terjadi dari Pisces (Februari/Maret) ke Aries (Maret/April). Periode ini dinamakan Maha Songkran. Perhitungan kalender ini mengikuti perhitungan matahari. Perayaan Songkran dipengaruhi tradisi agama Buddha dan sesuai kalender Buddha Theravada. Perayaan ini juga berlangsung di beberapa negara Asia Tenggara dan Asia Selatan lainnya Seperti di Myanmar, Laos, Kamboja, India, Nepal dan Sri Lanka. Paling meriah dan menjadi daya tarik internasional adalah Festival Songkran di Thailand.

Simbol pemurnian diri

Festival Songkran sering disebut juga festival air. Ini karena selama festival berlangsung orang akan menciprat atau menyiramkan orang lain dengan air. Medianya apa saja, mulai dari botol, ember, sampai pistol air. Semua warga akan basah kuyup dan seluruh jalanan pun digenangi air selama festival berlangsung. Dalam Festival Songkran, air menjadi simbol pemurnian diri dan pembawa keberuntungan. Dalam tradisi Budhha, mandi atau membasuh tubuh dengan air membersihkan seluruh tubuh dan jiwa seseorang.

Festival berlangsung selama tiga hari dengan beberapa rangkaian upacara. Di hari pertama, orang membersihkan rumah dan fasilitas umum, seperti vihara dan sekolah, untuk membuang kesialan tahun lalu. Dilanjutkan dengan ritual menyiramkan air wangi pada patung-patung Sang Buddha. Di hari kedua, anak-anak akan membasuh kaki orang tua dengan air yang dicampur mawar dan melati, Tradisi tersebut dinamakan Rot Nam Dam Hua. Di hari ketiga orang berkunjung ke kuil untuk memberi makanan dan pakaian pada para biksu. Tak lupa berdoa meminta keberuntungan di tahun yang baru

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....