Grebeg 1000 Ketupat Jadi Daya Tarik Wisata Budaya

  • 12 Apr 2026 17:10 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak — Tradisi budaya Grebeg 1000 Ketupat berlangsung meriah dan sukses menarik perhatian masyarakat. Acara yang digelar pada Minggu 12 April 2026 ini dipadati ribuan warga yang antusias menyaksikan arak-arakan serta berebut ketupat yang diyakini membawa berkah. Ini salah satu tradisi Syawalan yang populer dan sukses menarik wisatawan.

Grebeg Syawalan dilakukan Keraton Yogyakarta, Solo, dan Cirebon hingga di seluruh Nusantara. Acara ini digelar setelah puasa sunah 6 hari. Masyarakat sudah berkumpul di lokasi acara dengan mengenakan pakaian tradisional. Ratusan hingga ribuan ketupat yang telah disusun rapi kemudian diarak dalam bentuk gunungan, menciptakan pemandangan unik dan penuh warna.

Prosesi Grebeg Ketupat sendiri merupakan tradisi turun-temurun yang biasanya digelar setelah perayaan Idul Fitri. Selain sebagai bentuk rasa syukur, acara ini juga menjadi simbol kebersamaan dan keberkahan bagi masyarakat.

“Ini bukan sekadar acara, tapi warisan budaya yang harus dijaga,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.

Momen paling ditunggu terjadi saat gunungan ketupat diperebutkan warga. Dalam suasana penuh kegembiraan, masyarakat berbondong-bondong mengambil ketupat yang dipercaya membawa keberuntungan dan rezeki.

Selain prosesi utama, acara juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni tradisional, musik daerah, serta bazar kuliner yang menampilkan berbagai hidangan khas, termasuk ketupat dan lauk pauk pendampingnya.

Pemerintah daerah menyatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga mendorong pariwisata lokal dan perekonomian masyarakat.

Dengan antusiasme yang terus meningkat setiap tahun, Grebeg 1000 Ketupat diharapkan dapat terus menjadi agenda budaya unggulan yang memperkuat identitas dan kebersamaan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....