Lukisan Cadas Tertua di Dunia Ada di Indonesia
- 08 Jul 2024 09:15 WIB
- Biak
KBRN, Biak : Lukisan cadas merupakan karya seni zaman purba yang menjadi bukti adanya peradaban manusia awal dan keberadaan kesenian pertama. Lukisan ini dibuat oleh manusia prasejarah pada permukaan batu yang keras diwujudkan dalam bentuk lukisan, goresan, maupun cukilan. Di Indonesia umumnya berbentuk cap-cap tangan, figur manusia, hewan, perahu dan garis-garis geometris. Karya seni ini menjadi peninggalan budaya prasejarah dikenal juga dengan sebutan rock art.
Nah, tahukah kamu bahwa lukisan cadas tertua di dunia ada di Indonesia ? Melansir dari goodnewsfromindonesia.id, tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi (BRIN) yang berkolaborasi dengan Griffith University dan Southern Cross University, Australia menemukan lukisan gua di Indonesia tepatnya di gua kapur berlokasi di Leang Karampuang, Maros Pangkep, Sulawesi Selatan.
Ketua Tim Penelitian dari BRIN, Adhi Agus Oktaviana mengatakan setidaknya ukuran gambar cadas yang terdiri atas sejumlah ilustrasi orang, anoa dan hewan babi tersebut berusia setidaknya 51.200 tahun.
“Penemuan ini merupakan seni cadas pertama di Indonesia yang umurnya melampaui 50.000 tahun,” jelasnya pada Kamis (4/7/2024).
Lebih lanjut dikatakan, untuk menentukan umur lukisan tersebut, tim peneliti mengaplikasikan metode analisis mutakhir melalui abiasi laser U-series (LA-U-series) untuk mendapatkan pertanggalan akurat.
“Hasil yang kami peroleh ini sangat mengejutkan karena belum ada karya seni dari zaman Es Eropa yang terkenal yang umumnya mendekati umur lukisan gua Sulawesi ini, walau ada pengecualian pada beberapa temuan kontroversial di Spanyol. Penemuan ini merupakan seni cadas pertama di Indonesia yang umurnya melampaui 50.000 tahun,” ujar Adhi yang juga merupakan mahasiswa Phd di Griffith Centre for Social and Cultural Research (GCSCR).
Adhi mengungkapkan bahwa penemuan ini mempunyai arti penting bagi pemahaman asal-usul seni paling awal. Misalnya gambar anoa yang mengindikasikan pada masa itu hewan ini cukup berbahaya sehingga orang – orang pada zaman itu harus bersama-sama dalam memburu anoa. Meskipun ada pendapat lain yang mengindikasikan gambar itu memiliki makna spiritual. Penemuan ini mengindikasikan lukisan gua jadi bentuk narasi manusia awal di Indonesia.
“Pada dasarnya manusia sudah memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dalam bentuk cerita sejak lebih dari 51.200 tahun, namun karena kata-kata tidak bisa menjadi fosil batu, maka yang tertinggal hanyalah penggambaran dalam bentuk seni. Temuan di Sulawesi ini adalah bukti tertua yang bisa diketahui dari sudut pandang arkeologi,” ujarnya.
Dirinya mengungkapkan temuannya telah dipublikasikan di jurnal sains terkemuka, Nature. Karena menggunakan metode mutakhir yaitu LA-U-series untuk mendapatkan penanggalan akurat pada lapisan tipis kalsium karbonat.
Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengapresiasi para peneliti atas penemuan tersebut. Dia menyebut hal ini menjadi bentuk tanggung jawab arkeolog bangsa dalam menemukan sejarah nenek moyang masyarakat Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....