Telepon Masuk Malah Bikin Panik? Ini Fakta soal Phone Anxiety
- 30 Sep 2026 19:32 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Ponsel selalu berada di dekat kita, tetapi bukan berarti semua orang nyaman menggunakannya untuk menelepon. Bagi sebagian orang, melihat layar tiba-tiba menampilkan panggilan masuk justru bisa membuat jantung berdebar, telapak tangan berkeringat, atau muncul keinginan untuk membiarkan telepon tersebut berhenti berdering.
Kondisi seperti ini sering disebut phone anxiety atau kecemasan terhadap panggilan telepon. Istilah tersebut dilansir oleh cleveland clinic banyak digunakan untuk menggambarkan rasa cemas, takut, atau tidak nyaman ketika harus melakukan maupun menerima panggilan. Namun, phone anxiety bukan berarti setiap orang yang tidak suka menerima telepon pasti mengalami gangguan kecemasan.
- Kenapa Panggilan Telepon Bisa Bikin Cemas?
Berbeda dengan pesan teks, percakapan melalui telepon berlangsung secara langsung. Tidak ada banyak waktu untuk menyusun jawaban atau memikirkan respons sebelum berbicara. Bagi seseorang yang memang memiliki kecemasan dalam situasi sosial, berbicara melalui telepon dapat menjadi salah satu situasi yang memicu rasa khawatir. NHS menjelaskan bahwa orang dengan social anxiety dapat merasa sangat khawatir terhadap berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk “speaking on the phone” atau berbicara melalui telepon. Kecemasan tersebut dapat muncul sebelum, selama, maupun setelah percakapan. Seseorang mungkin sudah membayangkan percakapan akan berlangsung buruk, takut salah bicara, atau khawatir akan dinilai oleh lawan bicara.
- Tanda-Tanda yang Bisa Muncul
Rasa cemas tidak hanya muncul dalam bentuk pikiran. NHS mencatat bahwa kecemasan dapat menimbulkan berbagai gejala fisik, seperti jantung berdebar, berkeringat, gemetar, pusing, sesak napas, hingga mual. Dalam konteks panggilan telepon, seseorang juga bisa menunjukkan perilaku menghindar. Misalnya, sengaja tidak mengangkat telepon, membiarkan panggilan masuk hingga berhenti, atau meminta orang lain menelepon kembali. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa kecemasan dan fobia dapat membuat seseorang menghindari situasi yang memicu rasa takut. Pada kondisi yang lebih berat, rasa takut tersebut bahkan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
- Bukan Berarti Kamu “Antisosial”
Tidak nyaman menerima telepon tidak otomatis berarti seseorang antisosial atau tidak suka berkomunikasi. Ada banyak alasan seseorang lebih memilih komunikasi melalui pesan, misalnya karena ingin memiliki waktu untuk menyusun respons atau merasa komunikasi tertulis lebih nyaman. Yang perlu diperhatikan adalah seberapa besar rasa takut tersebut memengaruhi kehidupan sehari-hari. Jika seseorang tetap dapat menjalankan aktivitasnya dan hanya memilih komunikasi melalui chat, hal tersebut belum tentu menunjukkan adanya gangguan kecemasan. Sebaliknya, jika rasa takut membuat seseorang terus-menerus menghindari komunikasi penting, pekerjaan, sekolah, atau hubungan sosial, kondisi tersebut layak diperhatikan lebih serius.
- Jangan Langsung Diagnosis Diri
Istilah phone anxiety memang populer di media sosial, tetapi istilah tersebut tidak seharusnya digunakan untuk mendiagnosis diri sendiri. NHS mengingatkan bahwa kecemasan dapat memiliki berbagai penyebab dan bentuk. Jika seseorang merasa kecemasan atau rasa takut sudah mengganggu kehidupan sehari-hari, mencari bantuan profesional dapat menjadi langkah yang tepat. Cleveland Clinic juga menjelaskan bahwa diagnosis gangguan kecemasan dilakukan oleh tenaga kesehatan mental melalui pembicaraan mengenai gejala, tingkat keparahan, durasi, serta dampaknya terhadap kehidupan seseorang.
- Bagaimana Cara Menghadapinya?
Jika panggilan telepon membuat cemas tetapi belum sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, seseorang bisa mencoba menghadapinya secara bertahap. Misalnya, mulai dengan menelepon orang yang sudah dikenal, mempersiapkan beberapa poin yang ingin dibicarakan, atau mengambil napas secara perlahan sebelum mengangkat telepon. NHS juga menyarankan agar orang yang mengalami kecemasan tidak selalu menghindari situasi yang membuatnya cemas. Sebaliknya, situasi tersebut dapat dihadapi secara perlahan dengan target-target kecil. Jika rasa takut semakin kuat atau mulai menghambat pekerjaan, pendidikan, hubungan sosial, maupun aktivitas harian, berbicara dengan psikolog atau profesional kesehatan mental dapat membantu mengetahui penyebab dan pilihan penanganannya. Jadi, kalau kamu merasa deg-degan setiap kali melihat incoming call, kamu tidak otomatis mengalami gangguan mental. Bisa saja kamu memang lebih nyaman berkomunikasi lewat chat. Namun, jika ketakutan terhadap telepon terasa berlebihan dan membuat kehidupan sehari-hari terganggu, jangan abaikan perasaan tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....