Tren Berganti Lebih Cepat daripada Kepuasan Diri

  • 01 Agt 2026 12:17 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Di era media sosial, tren datang dan pergi dalam hitungan hari. Hari ini satu model pakaian menjadi favorit, minggu depan muncul gaya baru yang dianggap lebih menarik. Kemudahan berbelanja secara online membuat siapa saja dapat mengikuti tren hanya dengan beberapa sentuhan di layar. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul pertanyaan: apakah mengikuti setiap tren benar-benar membawa kepuasan?

Melansir dari gemercikmedia, banyak orang membeli barang bukan karena benar-benar membutuhkan, melainkan karena takut tertinggal atau ingin terlihat mengikuti perkembangan. Perasaan puas yang muncul setelah membeli sesuatu sering kali hanya bertahan sesaat. Ketika tren baru muncul, keinginan untuk membeli kembali pun muncul, sehingga tercipta siklus konsumsi yang tidak ada habisnya.

Fenomena ini tidak hanya berdampak pada kondisi keuangan, tetapi juga pada lingkungan. Industri fast fashion, misalnya, menghasilkan limbah tekstil dalam jumlah besar serta membutuhkan banyak air dan energi dalam proses produksinya. Pakaian yang masih layak pakai pun sering berakhir menjadi sampah karena dianggap sudah tidak mengikuti tren.

Mengikuti perkembangan mode bukanlah hal yang salah. Namun, akan lebih bijak jika setiap pembelian didasarkan pada kebutuhan, kualitas, dan manfaat jangka panjang. Memilih pakaian yang tahan lama, merawatnya dengan baik, atau memanfaatkan kembali koleksi yang sudah dimiliki merupakan langkah sederhana yang dapat mengurangi dampak terhadap lingkungan sekaligus menghemat pengeluaran.

Kepuasan sejati tidak selalu berasal dari memiliki barang terbaru, melainkan dari kemampuan menghargai apa yang sudah dimiliki dan membuat pilihan yang lebih bijaksana. Sebab, tren akan terus berganti, tetapi kebiasaan yang baik akan memberikan manfaat jauh lebih lama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....