Daftar 10 Negara dengan Work-Life Balance Terbaik di Dunia Tahun Ini
- 28 Jul 2026 10:01 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi atau work-life balance menjadi faktor utama dalam menentukan kualitas hidup seseorang. Dikutip dari laman Immigrant Invest berdasarkan data OECD Better Life Index, berikut adalah 10 negara dengan work-life balance terbaik di dunia :
- Norwegia — Norwegia menerapkan jam kerja rata-rata 37,5 jam per minggu dengan sistem flexitime, regulasi lembur yang ketat, serta hak cuti berbayar selama 25 hari per tahun. Budaya friluftsliv atau kehidupan di alam terbuka menjadi bagian penting dari keseharian para pekerja.
- Belanda — Memiliki jam kerja 36 hingga 40 jam per minggu, Belanda jarang menerapkan budaya lembur dan memberikan hak cuti berbayar minimal 20 hari. Pekerja juga memiliki tradisi borrel, yaitu berkumpul santai setelah jam kerja untuk mempererat hubungan sosial.
- Swedia — Dengan jam kerja 40 jam per minggu dan batasan lembur maksimal 200 jam per tahun, Swedia memberikan hak cuti berbayar sebanyak 25 hari. Pekerja di Swedia juga mengenal tradisi Fredagsmys untuk menikmati suasana santai menjelang akhir pekan.
- Finlandia — Finlandia memiliki jam kerja 37,5 hingga 40 jam per minggu, opsi kerja remote yang fleksibel, dan hak cuti berbayar hingga 30 hari per tahun. Budaya sauna menjadi sarana utama para pekerja untuk bersantai dan mempererat hubungan sosial.
- Denmark — Jam kerja di Denmark umumnya 37 jam per minggu dengan hak cuti berbayar selama lima minggu per tahun. Negara ini sangat membatasi budaya lembur dan mulai menguji coba penerapan empat hari kerja dalam seminggu.
- Swiss — Swiss menetapkan jam kerja 40 hingga 42 jam per minggu dengan batasan lembur hingga 140 jam per tahun serta hak cuti minimal 20 hari. Para pekerja biasa melepas penat lewat tradisi Büroapéro atau berkumpul santai setelah jam kantor.
- Prancis — Prancis menerapkan standar 35 jam kerja per minggu, hak cuti berbayar minimal 25 hari, serta aturan right to disconnect sejak 2017. Kebijakan ini menjamin hak pekerja untuk tidak merespons urusan pekerjaan di luar jam kerja.
- Italia — Memiliki rata-rata 40 jam kerja per minggu dan hak cuti berbayar minimal 20 hari per tahun, Italia juga membatasi jam lembur maksimal 250 jam. Pekerja kerap memanfaatkan tradisi aperitivo untuk berkumpul dan melepas penat sebelum makan malam.
- Spanyol — Spanyol menetapkan 40 jam kerja per minggu dengan batas maksimum lembur 80 jam per tahun dan hak cuti berbayar 22 hari kerja. Budaya menikmati tapas setelah jam kantor menjadi bagian dari rutinitas bersosialisasi para pekerja.
- Hungaria — Jam kerja di Hungaria mencapai 40 jam per minggu dengan jatah cuti berbayar minimal 20 hari yang bertambah sesuai usia pekerja. Tradisi pemandian air panas (thermal baths) dan fasilitas spa menjadi sarana populer untuk memulihkan kebugaran setelah bekerja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....