Mengapa Sekarang Orang Lebih Takut Ketinggalan Tren?
- 26 Mar 2026 12:06 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Kenapa sekarang orang lebih takut ketinggalan tren daripada ketinggalan kebenaran? Pertanyaan ini kelihatan simpel, tapi kalau dipikir-pikir, agak nyentil juga. Di tengah derasnya arus informasi, semua orang berlomba jadi yang paling cepat beropini, bukan yang paling paham.
Media sosial dipenuhi pendapat yang dibungkus seolah fakta, dan anehnya, langsung dipercaya tanpa dicek ulang. Masalahnya bukan lagi siapa yang benar, tapi siapa yang paling ramai didengar. Ironisnya, yang paling lantang justru sering yang paling minim pemahaman tapi tetap percaya diri, karena tahu algoritma lebih peduli engagement daripada isi.
Sosial media telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, dan orang-orang seringkali membandingkan diri dengan orang lain di platform tersebut. Jika mereka tidak mengikuti tren terbaru, mereka merasa seperti ketinggalan.
Takut ketinggalan pengalaman dan kesempatan yang mungkin tidak akan terulang lagi. Mereka ingin menjadi bagian dari sesuatu yang sedang happening. Orang-orang kadang mencari validasi dari orang lain untuk meningkatkan kepercayaan diri. Jika mereka tidak mengikuti tren, mereka merasa tidak diterima atau tidak relevan.
Tren seringkali didorong oleh kultur pop, yang dapat sangat kuat dan mempengaruhi. Orang-orang ingin menjadi bagian dari sesuatu yang sedang populer. Seringkali tidak memiliki waktu atau tidak mau repot-repot untuk memikirkan apa yang benar atau salah. Mereka lebih suka mengikuti tren daripada memikirkan sendiri.
Di sisi lain, kita juga hidup dalam budaya "tampil pintar" daripada benar-benar belajar. Banyak yang sibuk terlihat kritis, padahal cuma mengulang opini orang lain dengan gaya yang lebih estetik. Kritik jadi tren, bukan hasil pemikiran.
Bahkan kesalahan sering dibela mati-matian demi menjaga citra, bukan diperbaiki demi berkembang. Kalau terus dibiarkan, bukan cuma kualitas diskusi yang turun, tapi juga cara kita memandang pengetahuan yang seharusnya dicari dan dipahami, bukan sekadar dipamerkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....