Mengenal Ngabuburit : Tradisi Berbuka yang kian Populer

  • 25 Feb 2026 15:48 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak- Memasuki bulan suci Ramadan, istilah “ngabuburit” kembali ramai digunakan masyarakat Indonesia. Kata ini merujuk pada aktivitas mengisi waktu menjelang azan Magrib atau waktu berbuka puasa, biasanya dengan kegiatan santai dan menyenangkan.

Secara etimologis, “ngabuburit” berasal dari bahasa Sunda, yakni dari kata burit yang berarti sore hari. Tradisi ini awalnya populer di wilayah Bandung dan berbagai daerah di Jawa Barat, sebelum akhirnya menyebar dan digunakan secara luas di berbagai kota di Indonesia.

Ngabuburit umumnya diisi dengan beragam kegiatan, seperti berjalan-jalan sore, berburu takjil, membaca Al-Qur’an, mengikuti kajian keagamaan, hingga berkumpul bersama keluarga dan teman. Di sejumlah kota besar seperti Jakarta dan Yogyakarta, tradisi ini bahkan menjadi momen yang dinanti pelaku usaha kuliner karena meningkatnya aktivitas masyarakat mencari hidangan berbuka.

Menurut budayawan Sunda, istilah ini mencerminkan kearifan lokal dalam memaknai waktu senggang selama berpuasa. Alih-alih hanya menunggu, masyarakat menjadikan waktu menjelang berbuka sebagai kesempatan mempererat silaturahmi dan meningkatkan ibadah.

Seiring perkembangan media sosial, ngabuburit juga mengalami pergeseran makna. Jika dahulu identik dengan kegiatan sederhana di lingkungan sekitar rumah, kini banyak anak muda mengisinya dengan kegiatan kreatif seperti membuat konten digital, mengikuti acara komunitas, hingga menghadiri festival Ramadan.

Meski bentuk kegiatannya terus berkembang, esensi ngabuburit tetap sama: mengisi waktu sore Ramadan dengan aktivitas positif sembari menanti waktu berbuka puasa. Tradisi ini pun menjadi salah satu warna khas Ramadan di Indonesia yang terus lestari dari generasi ke generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....