Bupati Biak Buka Lokakarya Penerjemahan Alkitab Kedalam Bahasa Daerah
- 14 Feb 2026 22:49 WIB
- Biak
Bupati Biak Buka Lokakarya Penerjemahan Alkitab Ke-Dalam Bahasa Daerah
RRI.CO.ID,Biak - Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra secara resmi membuka Lokakarya ke-10 gugus penerjemah Alkitab ‘Kuri Pasai’ dari bahasa Indonesia ke dalam enam bahasa daerah yakni bahasa Ambai, Ansus, Biak, Waropen, Wondama dan bahasa Yawa Unat, berlangsung di Gedung Gereja GKI Elohim Snerbo Kamis, 12 Februari 2026.
Bupati Markus Mansnembra dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada GKI di Tanah Papua melalui Yayasan Kartidaya dan tim Gugus Tugas Kuri Pasai serta konsultan dari luar negeri yang telah melaksanakan program penerjemahan Alkitab Kuri Pasai ke-dalam 6 bahasa daerah, sejak 13 Tahun silam.
Diakui penerjemahan Alkitab ke-dalam 6 bahasa daerah ini, merupakan perjuangan panjang, bahkan tidak semuda membalik telapak tangan, namun sebagai umat Tuhan Ia meyakini dengan niat tulus yang dilakukan para pendeta pasti membuahkan hasil memuaskan, karena firman Tuhan mengatakan, barang siapa yang telah menanam dan menabur pasti akan berbuah manis sesuai waktu Tuhan.
Bupati menegaskan pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan lokakarya ke-10 penerjemahan Alkitab Kuri Pasai yang sedang dilakukan oleh tim bersama konsultan dan pihak yayasan kartidaya dengan memberikan bantuan dana hibah senilai Rp 100 juta.
“Kita akan bangun komunikasi dengan pihak gugus tugas, dan juga Yayasan, dan kami pastikan dana hibah tahun ini kami berikan untuk mendukung proses pelaksanaan penerjemahan Alkitab dari bahasa indonesia ke-dalam enam bahasa daerah untuk proses tersebut kami berika Rp100 juta, sementara untuk mencetak Alkitab dalam bentuk enam bahasa daerah akan kami tambah lagi,” ujar Bupati Markus Mansnembra
Sementara Anggota Badan Pekerja Sinode GKI di Tanah Papua wilayah III Biak Numfor-Supiori. Pdt.Michael Kapisa mengatakan, tugas menterjemahkan Alkitab Kuri Pasai ke-dalam enam bahas daerah tidaklah mudah seperti yang dibayangkan, namun merupakan panggilan dari Tuhan untuk melakukan pekabaran injil melalui berbagai polah, baik melalui bahasa, budaya, tetapi juga dalam perkembangan yang dihadapi saat ini.
Dikatakan, setelah Alkitab diterjemahkan dari bahasa Indonesia ke-dalam enam bahasa daerah dilakukan peninjauan ulang terkait mutu bahasa dan dari sisi teologisnya selanjutnya di sahkan dan dicetak untuk digunakan oleh warga gereja.
Ia berharap Lokakarya ke-10 gugus penerjemah Alkitab ‘Kuri Pasai’ dari bahasa Indonesia ke dalam enam bahasa daerah yakni bahasa Ambai, Ansus, Biak, Waropen, Wondama dan bahasa Yawa Unat yang berlangsung selama tiga minggu ini dapat dilaksanakan dengan baik, sehingga selesai sesuai waktu yang ditentukan.
“Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada Bapak Bupati yang hadir langsung dalam acara pembukaan lokakarya, diharapkan lokakarya ini akan berakhir dengan hasil memuaskan dan di cetak pada bulan juni mendatang,” ucap Pdt. Michael Kapisa
Pdt, Michael Kapisa atas nama Sinode GKI di Tanah Papua menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra yang memberikan perhatian penih terhadap lokakarya penerjemahan Alkitab dari bahasa Indonesia ke-dalam enam bahasa daerah melalui bantuan dana hibah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....