Mitos Atau Fakta Makan Kangkung Bikin Ngantuk?
- 09 Feb 2026 19:20 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Sayuran kangkung memiliki berbagai kandungan vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh yaitu, vitamin A, vitamin C, zat besi, kalium, kalsium, fosfor dan senyawa antioksidan lain yang dapat bermanfaat dalam menjaga kesehatan mata, meningkatkan kekebalan tubuh, melawan radikal bebas, mengatur keseimbangan cairan, dan juga dapat menurunkan tekanan darah. Sayuran ini sering hadir dalam berbagai hidangan di meja makan kita. Namun, ada mitos yang beredar bahwa kangkung bisa membuat kita mengantuk, sehingga banyak orang menghindarinya sebelum aktivitas penting.
Namun, di balik popularitasnya, muncul anggapan yang cukup melekat, makan kangkung bisa bikin ngantuk. Penelitian dari Philippine Medicinal Plants menunjukkan bahwa kangkung sering digunakan sebagai laksatif dan sedatif, serta bermanfaat bagi mereka yang menderita insomnia.
Selain itu, kangkung mengandung berbagai phytochemical seperti karbohidrat, flavonoid, sterol, saponin, fenol, dan terpen. Kombinasi dari zat-zat ini diyakini dapat memberikan efek sedatif.
Mengutip buku PANGANPEDIA: Penjelasan Sains dari Fenomena Pangan Sehari-Hari karya Hesti Ayuningtyas Pangastuti dkk, rasa mengantuk setelah makan kangkung sebenarnya berkaitan dengan efek sedatif ringan yang membuat tubuh menjadi lebih tenang dan rileks.
Efek sedatif adalah kondisi ketika sistem saraf pusat mengalami penekanan ringan sehingga respons terhadap rangsangan luar menurun. Dampaknya, tubuh terasa lebih rileks dan kegelisahan berkurang. Kondisi inilah yang kerap disalahartikan sebagai rasa ngantuk.
Efek menenangkan tersebut berasal dari beberapa senyawa alami dalam kangkung, seperti alkaloid, flavonoid, dan steroid. Senyawa ini berperan dalam menciptakan sensasi rileks setelah dikonsumsi.
Jika dikonsumsi secara wajar, efek sedatif kangkung justru bisa memberi manfaat, terutama bagi orang yang mengalami gangguan tidur ringan atau kecemasan berlebih.
Perlu dicatat, rasa ngantuk setelah makan tidak selalu disebabkan oleh kangkung. Makanan pendamping juga berperan besar, terutama jika mengandung indeks glikemik tinggi atau karbohidrat sederhana dalam jumlah besar. Selain itu, gaya hidup turut memengaruhi. Kebiasaan makan berlebihan, kurang tidur, serta minim aktivitas fisik dapat memicu rasa kantuk setelah makan.
Namun, Anda perlu waspada jika rasa ngantuk sering muncul usai makan. Kondisi ini bisa menjadi sinyal gangguan kesehatan tertentu, seperti diabetes, anemia, atau hipotiroidisme.
Cara mencegah ngantuk setelah makan
Untuk mengurangi rasa ngantuk setelah makan, konsumsilah makanan sehat dengan porsi seimbang. Batasi asupan gula, karbohidrat sederhana, gorengan, serta makanan tinggi lemak.
Pola tidur yang cukup dan aktivitas fisik rutin juga berperan penting menjaga tubuh tetap bertenaga.
Jadi, anggapan bahwa makan kangkung bikin ngantuk sejatinya hanyalah mitos. Rasa kantuk yang muncul lebih berkaitan dengan efek rileks alami dan pola makan secara keseluruhan, bukan karena kangkung semata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....