Memahami Bahasa Cinta dan Manipulasi Emosi

  • 09 Feb 2026 06:51 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Scroll TikTok atau Instagram, pasti pernah ketemu konten dengan caption: "If he wanted to, he would" atau "Signs he's not that into you". Dunia percintaan anak muda sekarang dibentuk oleh dua kekuatan besar: Psikologi populer dari media sosial dan budaya dating app yang instan. Hasilnya? Generasi yang sangat aware tentang red flags, tapi sering terjebak dalam hubungan yang justru tidak sehat.

Data dari sebuah studi tahun 2023 menunjukkan bahwa 65% anak muda sekarang melaporkan mengalami setidaknya satu bentuk toxic behavior dalam hubungan percintaan mereka (sumber: Journal of Adolescent Relationships, 2023).

Yang sering terlupakan di tengah euphoria #CoupleGoals adalah self-worth. Banyak anak muda yang terjebak dalam hubungan tidak sehat karena takut sendirian atau merasa "tidak akan dapat yang lebih baik".

Relationship yang sehat saling mengangkat, bukan saling menenggelamkan. Partner yang baik mau tumbuh bersama kamu, bukan menuntut kamu berubah jadi versi yang mereka inginkan.

Di era dimana konten hubungan toxic bisa dapat jutaan view, penting untuk ingat, cinta yang sehat seringkali tidak dramatis. tidak perlu pertengkaran heboh lalu make-up yang viral. Kadang cinta sehat itu sederhana, saling respect, trust, dan space untuk tumbuh bersama sebagai individu.

Mungkin saatnya anak muda redefinisi #RelationshipGoals. Bukan dari seberapa sering diposting di medsos, tapi dari seberapa damai dan aman merasa dalam hubungan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....