Fenomena “Beli Kopi Sekali, Nongkrong Sampai Tutup”

  • 16 Jan 2026 11:55 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Di tengah padatnya aktivitas dan ritme hidup yang serba cepat, kedai kopi kini tak lagi sekadar tempat membeli minuman. Bagi banyak orang, khususnya anak kota, kafe telah bertransformasi menjadi ruang singgah serbaguna mulai dari tempat bekerja, berdiskusi, hingga sekadar melepas penat. Tak heran jika muncul fenomena unik: beli kopi satu kali, tapi nongkrong sampai kedai tutup.

Fenomena ini kian mudah ditemui di berbagai sudut kota. Dengan bermodalkan segelas es kopi susu, pengunjung bisa duduk berjam-jam ditemani laptop, ponsel, dan koneksi WiFi. Suasana kafe yang nyaman, pendingin ruangan, alunan musik lembut, hingga colokan listrik menjadi paket lengkap yang sulit ditolak.

Bagi sebagian orang, nongkrong lama di kafe dianggap sebagai cara paling efektif untuk bekerja secara fleksibel. Istilah work from cafe pun semakin populer, terutama di kalangan pekerja lepas, mahasiswa, hingga karyawan yang menerapkan sistem kerja hybrid. Kafe dinilai mampu menghadirkan suasana yang lebih santai dibanding kantor, namun tetap produktif dibanding bekerja di rumah.

Menariknya, nongkrong lama di kafe kini juga menjadi bagian dari gaya hidup dan identitas sosial. Kafe bukan hanya tempat minum kopi, tetapi juga ruang bertemu ide, berbagi cerita, dan membangun relasi. Dari diskusi tugas kuliah hingga brainstorming bisnis rintisan, semuanya bisa terjadi di balik meja kecil dan secangkir kopi.

Pada akhirnya, fenomena "beli kopi sekali, nongkrong sampai tutup" mencerminkan perubahan cara masyarakat memaknai ruang publik. Selama ada keseimbangan antara kenyamanan pengunjung dan keberlangsungan bisnis kafe, tren ini tampaknya akan terus bertahan menjadi simbol gaya hidup urban yang santai, fleksibel, dan penuh cerita.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....