“Family Time” Menjadi Resolusi Masyarakat Global Tahun 2026

  • 07 Jan 2026 12:43 WIB
  •  Biak

KBRN, Biak : Setiap memasuki tahun yang baru, banyak orang yang akan membuat resolusi. Resolusi tahun baru merupakan janji pribadi yang dibuat untuk melakukan perubahan positif atau mencapai tujuan baru di tahun yang baru, seringkali mencakup perbaikan diri dalam kesehatan, keuangan, pengembangan pribadi, dan hubungan, dengan fokus pada kebiasaan sehat seperti olahraga, pola makan lebih baik, manajemen waktu, dan batasan diri, agar hidup lebih terarah dan berkualitas.

Melansir laman Goodstats, Survei dari Ipsos menunjukkan beberapa resolusi utama untuk tahun 2026. Di urutan pertama, 82% responden berencana menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga dan sahabat pada 2026 atau Family time. Hal ini menegaskan prioritas responden Indonesia terhadap work-life balance, di mana apabila 2025 banyak dihabiskan untuk bekerja dan mencari uang, 2026 akan lebih difokuskan untuk membangun hubungan intim dengan keluarga dan sahabat.

Di posisi kedua, sebanyak 75% responden berencana untuk lebih banyak berolahraga dibanding tahun 2025. Kesehatan jadi resolusi utama, di mana semakin banyak responden yang merasa tubuh yang sehat bakal jadi aset yang berharga di masa depan. Memperbanyak olahraga, mulai dari olahraga sederhana seperti jalan kaki dan jogging hingga mendaftar ke pusat kebugaran menjadi pilihan banyak responden.

Ada juga  sebanyak 60% responden ingin menghabiskan lebih banyak waktu untuk penampilannya pada 2026. Banyak yang ingin lebih merawat dan memperbaiki penampilan agar bisa lebih percaya diri di lingkungan kerja maupun keluarga. Menariknya, sekitar 59% responden global ada yang berencana untuk menonton Piala Dunia 2026 dan memasukkannya kedalam resolusi 2026.

 Terakhir, 37% responden ingin mengurangi pemakaian media sosial. Penggunaan yang berlebih memang dapat mengakibatkan hal-hal negatif, seperti ketergantungan hingga gangguan mental. Resolusi untuk mengurangi penggunaan media sosial mencerminkan kesadaran akan pentingnya hidup di dunia nyata, tidak sepenuhnya di dunia digital.

Adapun survei ini dilakukan secara daring pada 24 Oktober-7 November 2025 di 30 negara, melibatkan responden usia produktif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....